batampos.co.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dapat menjadi peluang karir bagi anak-anak bangsa.

Hal ini dikarenakan NDP merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bergerak di bidang pariwisata dan industri digital.

General Manager Nongsa Digital Park, Trevy Soenoro, mengatakan, salah satu sub sektor industri NDP, yakni industri animasi di bawah naungan PT Kinema Systrans Multimedia, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan merek Infinite Frame-works.

Di sekitar NDP, lanjutnya, juga akan dibangun area komersial dan saat ini sedang dalam proses perencanaan desain.

Saat ini, lanjutnya, di Infinite yang berada di kawasan NDP terdapat sekitar 350 animator.

“Mereka berasal dari beberapa kota, yaitu Jakarta, Bandung, Malang dan Medan,” tuturnya.

Direktur NDP, Nara Dewa, mengatakan, beberapa produk animasi dari Kinema sudah mendunia. Salah satunya, Garfield Show.

Nongsa Digital Park (NDP) merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bergerak di bidang pariwisata dan industri digital. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Beberapa film-film animasi tersebut ada yang sudah memenangkan penghargaan di luar negeri dan diikutsertakan di festival film besar, seperti Festival Film Cannes.

“Di sini banyak anak-anak muda Indonesia yang bekerja pada perusahaan-perusahaan start up yang tidak berdomisili di Batam,” ujarnya, Selasa (1/9/2020).

Rata-rata, lanjutnya, perusahaan-perusahaan tersebut berada di luar negeri.

Anak-anak muda tersebut, lanjutnya, bekerja dengan menggunakan internet yang difasilitasi di NDP.

“Ada puluhan perusahaan dan pekerjanya sekitar 400 orang. Itu semuanya anak-anak muda Indonesia,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, dikarenakan pandemi Covid-19, saat ini hampir seluruhnya bekerja dari rumah.

“Sejak Maret yang beraktivitas di NDP hanya 40 orang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, produk animasi di Kinema dibuat dengan kualitas dan akurasi yang tinggi.

”Kualitas tinggi bukan hanya sekadar film bergerak, jadi pembuatannya cukup mahal. Kita penuhi dari pesanan klien,” jelasnya.

KEK NDP yang dikelola oleh PT Tamarin ini memang dibangun dengan salah satu tujuan utama, yakni pusat pengembangan SDM tenaga IT muda Indonesia menjadi technopreneur.

”Selain itu, kawasan yang dikembangkan merupakan kawasan brown field. Pada lokasi telah terdapat pengembangan bisnis digital berupa IT office park, Apple Academy, serta studio film,” ujarnya.(esa/adv)