batampos.co.id – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Amsakar Achmad, mengatakan sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam terkait pelanggaran protokol kesehatan, masih menunggu persetujuan dari Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

”Suratnya sudah jadi. Sekarang lagi sama provinsi menunggu persetujuan dan penomoran (teknis) terkait penerapan Perwako Batam tersebut,” kata Amsakar, Senin (31/8).

Ia menjelaskan, untuk menerapkan aturan tersebut, memang perlu diinformasikan ke provinsi bahwa Batam ada aturan yang mengikat serta penerapan sanksi kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

”Kalau tidak ada kendala, satu atau dua hari ini selesai. Setelahnya baru kita mulai tahap sosialisasi,” sebutnya.

Terkait sosialisasi nanti, Amsakar mengungkapkan, pihaknya akan melibatkan tim dari setiap kecamatan. Selanjutnya, informasi mengenai Perwako tersebut akan disampaikan di lokasi-lokasi keramaian seperti pasar, tempat ibadah, tempat makan dan lainnya.

”Tujuannya agar isi perwako ini segera tersampaikan dan masyarakat paham dan tidak melanggar aturan ini,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku hingga kini. Keberadaan Perwako ini merupakan bentuk penegasan agar tingkat kepatuhan masyarakat meningkat seperti beberapa bulan lalu.

Terlebih, penambahan kasus Covid-19 terus terjadi. Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus di Batam sudah menembus angka 646 kasus. Untuk itu, masyarakat di semua lapisan, dan tidak terkecuali tenaga medis, harus tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan ini.(*/jpg)