batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa Batam sangat siap menerima investasi baru.

Pasalnya, aset berupa lahan masih tersedia banyak.

”Berbicara investasi, Batam masih punya 273,73 hektare lahan yang berada di dalam 24 kawasan industri di Batam,” kata Rudi, belum lama ini, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Salah satu investasi baru yang akan dimanjakan yakni PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) bersama Today Sunshine dari Tiongkok yang akan membangun pabrik mobil listrik di Batam.

Ia berjanji akan membantu investor tersebut dalam mengurus kelengkapan persyaratan administrasi serta prosedur pengurusan lahan, termasuk perizinan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan lainnya.

Kawasan Industri di Kota Batam. Foto: Dokuemntasi Batam Pos.

Meski Batam menjadi primadona, Rudi tak menampik masih banyak kendala investasi di Batam, terutama dari sisi pelayanan investasi, fasilitas pelabuhan, dan biaya logistik yang masih mahal.

”Pelayanan investasi dengan sistem Indonesia Batam Online Single Submission (IBOSS) dan OSS yang masih mengalami kendala dengan integrasi, dimana kita harus tetap mengakses ke Central OSS dan itu memakan waktu bagi para pelaku usaha yang menginginkan proses perizinan berjalan cepat,” paparnya.

Sementara itu, dari fasilitas pelabuhan, kerja sama dengan Pelindo II tidak berlanjut lagi. BP Batam baru berencana akan mencari investor baru lagi.

”Sedangkan biaya logistik yang cukup mahal dibandingkan dengan wilayah sejenis, sehingga perlu segera diselesaikan agar Batam punya daya tarik dibandingkan dengan wilayah sejenis,” jelasnya.

Rudi menjanjikan, September ini, akan ada perubahan tarif logistik. Ia sudah janjikannya kepada dunia usaha di Batam.(jpg)