batampos.co.id – Kasus kriminal, seperti perampokan dan pembegalan kembali marak di Batam. Dalam sepekan kemarin, kasus pembegalan dan perampokan terjadi, salah satunya berhasil diungkap polisi.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, mengatakan meningkatnya tindak kejahatan ini disebabkan faktor ekonomi. Sebab, di masa pandemi ini banyak perusahaan yang tutup, sehingga lapangan pekerjaan menjadi minim.

”Itu salah satu penyebabnya (ekonomi). Jadi kebutuhan mendesak, sehingga timbul niat pelaku untuk melakukan kejahatan,” kata Yos di Mapolresta Barelang, Selasa (1/9) siang.

Yos menjelaskan, untuk mengantisipasi meningkatnya tindak kejahatan ini, pihaknya meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari. Kemudian, melakukan pencegahan dengan melibatkan Sat Intelkam Polresta Barelang.

”Kita lakukan pendeteksian dini dengan anggota Intel,” kata Yos. Selain itu, kata Yos, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan. Seperti mengaktifkan ronda malam, dan memperketat pemeriksaan terhadap pengunjung.

”Jangan memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan ini,” tutupnya.

Sebelumnya, perampokan terjadi di Perumahan Buana Garden Tahap 2 Blok J Nomor 01, Tanjungpiayu, Seibeduk pada Rabu (26/8) malam. Akibat kejadian itu, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Gusni Yanti ditodong parang dan kehilangan uang tunai Rp 1 juta dan 2 unit ponsel.

Pada Minggu (30/8) dini hari, JS, dibegal di Jalan Marina City. Kurir barang ini, ditodong parang sehingga uang tunai Rp 5 juta dan ponsel dibawa kabur oleh pelaku.(*/jpg)