batampos.co.id – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 hingga saat ini membuat para ilmuwan dan perusahaan obat serta farmasi berlomba untuk segera menemukan vaksin.

Vaksin-lah yang dianggap mampu menghentikan penularan Covid-19. Saat ini tercatat ada pengembangan vaksin hingga mencapai 165 macam. Di antara ratusan pengembangan vaksin, ada 31 vaksin yang telah diujicobakan kepada manusia hingga pada tahap ketiga yang melibatkan ribuan sukarelawan.

Dari vaksin yang telah diujicobakan pada manusia, ada perusahaan vaksin, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian yang produk vaksinya segera diproduksi secara massal. Lembaga itu adalah Sinovac, Wuhan Institute of Biological, Pfizer dan BioNTech, University Oxford dan Astrazeneca, Moderna, University of Melbourne, dan Murdoch Children Research Institute.

Menanggapi perkembangan vaksin yang dilakukan oleh para ilmuwan, termasuk dari ilmuwan Indonesia, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid merasa optmistis dengan adanya progres perkembangan itu. “Apa yang mereka lakukan harus kita dukung. Karena mereka bekerja untuk menyelamatkan umat manusia,” tambahnya.

Selama ini upaya untuk mencegah penularan Covid-19 seperti melalui lockdown maupun PSBB telah dilakukan oleh seluruh negara termasuk bangsa Indonesia. Salh satunya dengan penerapan protokol kesehatan mampu mencegah penularan Covid-19 namun bila sudah ditemukan vaksin maka kita akan mampu mengendalikan Covid-19.

“Pada Januari dan Februari 2021, program vaksinasi direncanakan akan dilakukan kepada masyarakat. Mudah-mudahan vaksinasi segera bisa dilakukan,” ujar Jazilul.

Dirinya juga berharap demikian agar perekonomian di Indonesia kembali pulih bahkan bangkit pada tahun 2021. Akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia membuat banyak negara mengalami resesi. Sedang di Indonesia dampak yang terjadi membuat pertumbuhan ekonomi anjlok hingga pada minus 5,32 persen.

“Hal demikian menambah pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial semakin lebar,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu optimis terhadap perkembangan perekonomian bangsa bila uji klinis tahap ketiga dari vaksin yang dikembangkan berhasil. “Bila vaksin telah ditemukan ekonomi kita akan kembali bangkit,” ujarnya.

Geliat perekonomian di Indonesia menurutnya banyak terjadi di berbagai sektor. Salah satu sektor itu adalah dunia pariwisata. Diakui bangsa ini memiliki banyak tempat wisata yang potensial. Tempat-tempat wisata itu selalu ramai dikunjungi masyarakat.

“Masyarakat di kawasan tempat wisata pun juga mendapat rejeki dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Selama pandemi semua terpukul. Mereka, sektor dunia pariwisata, menurut Jazilul Fawaid bisa kembali pulih dan bangkit setelah vaksin ditemukan. Bila vaksin telah ditemukan maka hotel, transportasi, pelaku usaha di bidang pariwisata, pedagangan, dan masyarakat yang ada di kawasan tempat wisata, akan kembali menggeliat dan hidup sejahtera.(jpg)