batampos.co.id – Manajer Operasional PT Synergy Tharada, Nika Astaga, selaku pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center mengatakan, saat ini pelabuhan sepi aktivitas.

Pihaknya hanya melayani kapal yang mengangkut Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia atau para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

”Kebetulan kita ditunjuk pemerintah untuk melayani kapal-kapal ini. Dalam sehari paling 2 kapal. Berangkat (dari Batam) kosong, pulangnya bawa WNI. Dalam sehari paling ada puluhan orang,”
kata Nika, Selasa (1/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Kondisi Pelabuhan Internasional Batam Center terlihat sepi. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada wisatawan yang
masuk. Sebab, beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura tidak mengizinkan warganya untuk mengunjungi negara lain.

”Kalau berbicara turis itu sudah masuk beberapa pihak. Bukan hanya kita (Batam) saja. Sebagus apapun penanganan Covid kita, kalau negara mereka (turis) tidak mengizinkan, tetap tidak ada yang masuk,” katanya.

Nika menjelaskan, pihaknya sudah lama mempersiapkan
diri menghadapi pandemi virus Covid-19 ini.

Pada Januari lalu, pihaknya mengeluarkan kebijakan kepada seluruh agen tour & travel untuk mengenakan masker saat masuk pelabuhan.

Kemudian, di setiap pintu masuk pelabuhan dan perkantoran,
juga telah disediakan cairan antiseptik atau hand sanitizer.

“Dari Karantina Kesehatan Pelabuhan juga menyediakan alat Thermal Scanner. Jadi sebelum virus ini masuk ke Batam, kita sudah siap,” katanya.(jpg)