batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Batam menurunkan 788 petugas yang akan datang ke rumah-rumah
warga Batam untuk melakukan sensus penduduk 2020 yang
telah dimulai sejak Senin (1/9/2020) lalu.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, petugas
sensus akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) untuk menerapkan standar kesehatan protokol pencegahan Covid-19.

”Petugas kami sudah melewati uji rapid test. Petugas kami juga sudah dibekali dengan APD seperti masker, sarung tangan, pelindung wajah face shield dan hand sanitizer,” katanya, Selasa (2/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Petugas sensus dari BPS Kota Batam yang datang ke rumah-
rumah warga, dilengkapi APD pencegahan Covid-19. Foto: BPS untuk Harian Batam Pos

Sensus ke rumah penduduk diupayakan berlangsung sesingkat-singkatnya.

”Mekanisme wawancara kami buat seminimal mungkin, supaya interaksi dengan masyarakat tidak berlangsung lama, untuk menghindari penyebaran virus di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Rahmad mengatakan bahwa masih kurang 1.089.919 masyarakat Batam yang belum melakukan sensus penduduk online (SPO) yang digelar Februari-Mei lalu.

”Angka partisipasi yang mengikuti SPO hanya 318 ribu jiwa dari sekitar 1,3 juta penduduk Batam atau hanya 18,7 persen,” ungkapnya lagi.

BPS Batam akan menggandeng ketua RT dan RW untuk melakukan sensus dari rumah ke rumah. Ia menambahkan,

BPS akan mengurangi indikator pertanyaan dari masyarakat.

”Misalkan sebelumnya kita buat sembilan indikator pertanyaan, kita kurang menjadi tiga karena wabah pandemi ini. Jadi, waktu perjumpaan masyarakat dengan petugas lebih singkat,” ujarnya.(jpg)