batampos.co.id – Para investor yang ingin berinvestasi di Kota Batam khususnya di dalam area Kawasan industri tidak perlu lagi repot untuk mengurus perizinan Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL).

Hal ini diutarakan Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Provinsi Kepri, Tjaw Hoeing.

“Sesuai PP 142 tahun 2015 tentang kawasan industri, PP 24 Tahun 2018 tentang pelayanan OSS dan Permenperin Nomor 1 Tahun 2020, untuk perusahaan industri yang berlokasi dalam kawasan industri hanya perlu RKL RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup,red) rinci yang disetujui oleh pengelola Kawasn industri saja,” jelasnya, Kamis (3/9/2020).

Karena lanjutnya kawasan industri telah memiliki izin AMDAL.

“Ini salah satu benefit yang diapatkan jika industri berlokasi di dalam kawan industri,” tuturnya.

Wakil Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hoeing. Foto: Dokumen Pribadi untuk batampos.co.id

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa Batam sangat siap menerima investasi baru.

Pasalnya, aset berupa lahan masih tersedia banyak.

“Berbicara investasi, Batam masih punya 273,73 hektare lahan yang berada di dalam 24 kawasan industri di Batam,” kata Rudi, belum lama ini, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Salah satu investasi baru yang akan dimanjakan yakni PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) bersama Today Sunshine dari Tiongkok yang akan membangun pabrik mobil listrik di Batam.

Ia berjanji akan membantu investor tersebut dalam mengurus kelengkapan persyaratan administrasi serta prosedur pengurusan lahan, termasuk perizinan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan lainnya.(*/esa)