batampos.co.id – Batam Aero Tehcnic (BAT), pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maintenance Repair & Overhaul (MRO), terus melakukan pengembangan dan pembangunan hanggar baru sehingga dapat menampung 56 unit
pesawat.

Customer Relation Manager BAT, Suci Prawiranegara, mengatakan, saat ini BAT telah membangun tiga hanggar, yaitu hanggar A, B dan C.

“Hanggar A dapat merawat 13 pesawat sekaligus seukuran ATR 72,” katanya, Kamis (3/9/2020).

Ia menjelaskan, saat ini pembangunan hanggar baru di MRO BAT sudah memasuki fase ketiga.

Karyawan BAT sedang melakukan perawatan pesawat di MRO BAT yang berada di Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

”Kami sedang membangun satu hanggar lagi yang bisa merawat enam pesawat sekaligus dan akan dilanjutkan ke fase 4, 5 dan 6,” jelasnya.

Kata dia, jika semua fasilitas MRO sudah terbangun, nantinya dapat melakukan perawatan, perbaikan dan perawatan besar sampai dengan 50 hingga 56 pesawat sekaligus.

“Target sampai 2030 kita bisa selesaikan seluruh pembangunan di atas lahan 30 sampai 33 hektare di area Bandara Internasional Hang Nadim ini,” katanya.

Kata dia, pembangunan hanggar fase ketiga tersebut sedang dalam pengerjaan fisik dan akan dibangun taxiway, apron dan struktur baja untuk hanggar.

Prosesnya kata dia, diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini. Secara total, progres fisik sudah mencapai 40 persen.

Fasilitas milik Lion Group ini merupakan salah satu di antara dua fasilitas MRO terlengkap di Indonesia, meliputi hanggar, workshop serta warehouse. Di Batam, lanjutnya, merupakan pusat perawatan pesawat.(esa/adv)