batampos.co.id – Belajar sistem daring atau online untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ternyata bisa disalahgunakan. Ada saja anak yang salah menggunakan kesempatan dan perlengkapan elektronik yang mestinya untuk belajar itu, tapi dipakai untuk hal negatif.

Seperti yang dilakukan oleh RI dan RF, dua bocah yang tinggal di wilayah Batauji. Keduanya harus berurusan dengan polisi sebab nekat membawa kabur ponsel orang lain pada Rabu (2/9) malam.

Sebagaimana dilansir Harian Batam Pos, aksi dua bocah yang duduk di bangku SMP kelas tiga ini, bermula dari kegiatan belajar daring. Saat berlajar bersama, dua bocah yang bertetangga itu iseng mengunggah kartu memori ponsel yang dibekalkan orangtua untuk belajar, kemudian dijual ke laman Facebook.

Unggahan keduanya direspons oleh korban yang juga warga Batuaji. Kemudian, ditentukanlah kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza untuk bertransaksi. ”Saat ketemu, dua bocah ini minta agar mereka yang memasangkan kartu memori tadi ke ponsel korban. Saat dikasih, malah dibawa kabur,” ujar sumber di Mapolsek Batuaji, Kamis (3/9).

Untungnya, aksi itu tak berjalan mulus sebab saat keduanya tancap gas, ponsel mereka malah jatuh. Korban mengambil ponsel itu dan melapor ke Polsek Batuaji. Tak berselang lama, kedua bocah ini dibekuk.

Sm, orangtua RI yang dijumpai di Polsek Batuaji mengatakan, anaknya patut mendapatkan pembelajaran dari kepolisian. ”Biar ke depannya tak diulangi lagi. Katanya belajar (daring) malah kemana-mana perginya,” ujar Sm. (*/jpg)