batampos.co.id – Hari Aksara Internasional 2020 akan dilaksanakan pada 8 September 2020. Di Indonesia sendiri masih terdapat beberapa daerah yang tingkat masyarakat buta aksaranya masih tinggi.

“Ada beberapa daerah yang masih butuh perjuangan kuat untuk bisa mengangkat daerah itu dari ketertinggalan,” terang Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri dalam telekonferensi pers, Jumat (4/9/2020).

Dia menyampaikan bahwa ada 6 kabupaten/kota yang mendominasi masyarakat buta aksara di Indonesia. Mulai dari Papua hingga Kalimantan Barat.

“Ada Papua itu 21,9 persen, NTB 7,46 persen, NTT 4,24 persen, Sulawesi Selatan ada 4,22 persen, Sulawesi Barat itu 3,98 persen dan Kalimantan Barat 3,81 persen,” tambahnya.

Menurutnya, daerah tersebut perlu mendapat prioritas perhatian yang sungguh-sungguh agar bisa mengentaskan buta aksara yang menghambat perkembangan literasi di Tanah Air.

Pihaknya juga telah menyiapkan beberapa program pendidikan keaksaraan, di mana fokusnya ada pada dareah dengan persentase buta aksara tertinggi. Pengklaseteran daerah tersebut dirasa efektif dalam menurunkan angka buta aksara di Indoensia.

“Bagi wilayah yang memiliki kekhususan, Kemendikbud menggulirkan program keaksaraan dengan memperhatikan kondisi daerah, kearifan budaya lokal, seperti keaksaraan dasar bagi komunitas adat, terpencil dan khusus, ini untuk menjangkau daerah yang sulit terjangkau,” ujarnya.(jpg)