batampos.co.id – Meski sudah menjalankan protokol kesehatan di era normal baru, aktivitas di pelabuhan Domestik Sekupang masih terlihat.

Penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut di pelabuhan tersebut masih sangat minim.

Staff Pelabuhan Domestik Sekupang, Irwan, mengatakan, sepinya aktivitas sudah terjadi sejak lebaran Idulfitri hingga saat ini.

“Sekarang sudah mulai pengaktifan jadwal kapal tujuan keluar Kepri yaitu Tanjung Buntung, Tembilahan dan Tanjung Buton,” ujarnya, Jumat (4/9/2020).

Ia menjelaskan, dalam sepekan ini jadwalnya kapal tujuan Dumai. Bahkan kata dia ada penambahan yaitu rute ke Buton, Provinsi Riau.

“Penumpang sendiri sampai saat ini dari data pelabuhan masih berkisar 700-an dalam sehari di semua tujuan,” paparnya.

Aktivitas Pelabuhan Domestik Sekupang hingga saat ini masih sangat sepi. Padahal beberapa operator kapal sudah membuka rute untuk keluar Kota Batam seperti tujuan Tanjung Bali Karimun, Moro dan Buton. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Namun lanjutnya, dalam tiga hari terakhir mengalami penurunan. Jumlah penumpang yang tercatat hanya 500 hingga 600 orang.

Ia memprediksi jumlah penumpang hingga akhir tahun tidak akan mengalami penambahan atau lonjakan.

“Aelama isu Covid-19 masih terus bergulir saya tidak akan terjadi lonjakan, karena semua centralnya ada di situ,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat hingga saat ini masih takut untuk bepergian dan masih was-was untuk berangkat menggunakan jasa transportasi laut.

Hal itu lanjutnya sangat mempengaruhi pendapatan par aoperator kapal.

“Kalau dari segi pendapatan pasti sangat berkurang, bisa mencapai 50 persen,” paparnya.

Operator kapal sendiri kata dia, tidak banyak mengeluarkan kebijakan terhadap jam kerja para karyawannya.

“Ada dari mereka membuat shif 15 hari, ada yang satu hari kerja dan satu hari tidak,” ujarnya.

Irwan menambahkan, saat ini rute yang paling dominan adalah tujuan Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Batu.

“Dalam satu hari ada 8 armada ke Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Batu 4 Armada,” jelasnya.

Sementara tujuan Moro dan pulau-pulau sekitarnya hanya 2 hingga 3 armada. Hal itu dikarenakan operator kapal membuat kebijakan satu hari buka satu hari tutup.

“Jadi tergantung kebijakan PTnya masing-masing dan bahkan mereka terkadang memberangkatkan penumpang 2 sampai 3 orang saja,” jelasnya.(nto)