batampos.co.id – Tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar virus corona (Covid-19) terus bertambah. Kondisi ini membuat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, prihatin.

Namun, ia meminta para nakes tetap bersemangat, agar imun tubuh terus meningkat.

”Teman-teman dokter dan tenaga kesehatan yang positif, jangan menyerah, terus semangat, yakin bisa sembuh,” ujar Rusdani, Jumat (4/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, apabila psikis menurun, tentu memengaruhi imun tubuh. Sebaliknya, jika tetap semangat dan menjaga pikiran tetap positif, imun tubuh akan meningkat.

Kepada para tenaga kesehatan lainnya yang terus bekerja, Rusdani, meminta agar tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Ia juga meminta fasilitas kesehatan (faskes), baik klinik, tempat
praktik pribadi, puskemas, hingga rumah sakit, tetap memproteksi nakes dengan alat pelindung diri (APD) yang
sesuai standar.

Saat ini, kata Rusdani, ada 12 dokter di Kepri yang terkonfirmasi positif. Para dokter yang terpapar ini bercampur antara dokter umum dan spesialis.

Sementara nakes lainnya, sudah mencapai puluhan orang.

”Seminggu ini saya tidak pantau, mungkin sudah lebih dari jumlah itu,” ucapnya.

Peningkatan jumlah pasien positif ini, katanya, selain asimptomatik (orang tanpa gejala), ada juga pasien yang
kurang jujur saat berobat.

Dia menyebutkan, terkadang pasien yang datang ke fasilitas
kesehatan menyembunyikan beberapa fakta.

”Pernah kami temukan kasus seperti ini, ditanya ada dari
luar kota atau tidak. Ternyata ada riwayatnya. Lalu ditanya
ada keluhan ini (berkaitan dengan Covid-19, red), tapi disembunyikan. Bilang baik-baik saja. Eh… tahunya terbukti. Ini kan tenaga kesehatan jadi terancam dan tidak bisa bertindak cepat,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila pasien jujur sedari awal, maka penanganan bisa lebih cepat. Tenaga kesehatan juga dapat bertindak sesuai protokol kesehatan.

Ilustrasi swab test corona yang dilakukan para tenaga medis. Foto: JawaPos.com

”Awalnya pakai APD level 2, jadi ditingkatkan level 3. Butuh kejujuran masyarakat saat ini. Apabila jujur, kami pun lebih siap,” tuturnya.

Dukungan semangat terhadap tenaga medis tak hanya datang
dari IDI, tapi juga dari berbagai kalangan.

Seperti yang terlihat di RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji. Dukungan berupa kata-kata penyemangat yang dirangkai dalam bentuk karangan bunga ini diletakkan di sekeliling lingkungan rumah sakit.

Pantauan di lapangan, papan karangan bunga sebagai bentuk
dukungan ini ada yang atas nama perorangan, organisasi
seperti IDI, perbankan, dan berbagai kalangan lainnya.

Dukungan ini kembali berdatangan menyusul ada 37 orang tenaga medis di sana positif terpapar Covid-19.

Dukungan ini diapresiasi jajaran komite medik di RSUD. erekapun menyampaikan harapan agar masyarakat tetap waspada dengan situasi pandemi yang semakin tak menentu ini.

Kewaspadaan ini dilakukan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan yang telah diinstruksikan pemerintah.

”Kami apresiasi dengan dukungan ini. Dukungan seperti ini juga harus diwujudkan (seluruh lapisan masyarakat, red) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Inilah upaya yang efektif untuk melawan pandemi ini,” ujar Komite Medik RSUD Embung Fatimah Batam, dr Yanuarman SpOG (K)FM,
Jumat (4/9/2020).

Pemerintah dan petugas medis, kata Yanuarman, sudah cukup maksimal melawan pandemi Covid-19. Pemerintah dengan segala kebijakan telah mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk pemulihan situasi kesehatan yang down akibat pandemi ini.

Begitu juga dengan petugas telah berjuang keras untuk memulihkan kesehatan warga yang terpapar Covid-19.

”Tinggal kesadaran setiap pribadi kita bagaimana agar wabah ini segera berakhir. Kesadaran yang dimaksud adalah protokol kesehatan tadi. Itu harus benar diperhatikan,” ujarnya.

“Dengan demikian kita turut peran aktif melawan pandemi ini. Bantu pemerintah, bantu petugas medis ataupun semua pihak yang berjuang mati-matian melawan pandemi ini,” tuturnya lagi.

Terkait petugas medis RSUD EF yang terpapar Covid-19, Yanuarman juga buka suara.

Awalnya ada sekitat 570 orang petugas medis di sana yang menjalani proses swab, menyusul adanya dua tenaga medis yang sudah duluan dinyatakan positif.

Hasil swab ini menunjukan ada 35 tenaga medis positif terpapar Covid-19, sehingga jumlah keseluruhan yang positif saat ini ada 37 orang di RSUD EF.

”Jadi, total semua ada 37 orang,” sebutnya.

Mereka terkonfirmasi positif masih menjalani proses pemulihan di lantai IV RSUD. Mereka telah menjalani dua kali proses swab dan masih menunggu swab ketiga.

Jika dua hasil swab terakhir dinyatakan negatif, maka pasien tenaga medis ini diperbolehkan pulang untuk menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing.

”Saat ini belum ada yang kembali karena masih satu kali swab lagi. Mereka ditangani di sini (RSUD) di lantai IV,” kata Yanuarman.

Untuk tetap menyemangati petugas medis yang dirawat tersebut, jajaran komite medik dan petugas medis lainnya terus memberikan dukungan.

Baik berupa makanan atau suplemen penyehat badan, juga dukungan moril melalui video call dan lain sebagainya.(jpg)