batampos.co.id – Industri dirgantara di Kota Batam semakin berkembang setelah Maintenance, Repair and Overhaul Batam Aero Technic (MRO BAT) ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Customer Relation Manager, Batam Aero Technic, Suci Perwira Negara, mengatakan, pihaknya memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal untuk mengisi posisi-posisi di perusahaan tersebut.

“Di sini (MRO BAT,red) ada beberapa profesi yaitu teknisi, perencanaan, perekayasa,” ujarnya, Minggu (6/9/2020).

Ia menjelaskan, di Kota Batam untuk posisi teknisi baru dapat disuplai dari Politeknik Negeri Batam yang sudah memiliki jurusan teknik pesawat udara dan sudah bersertifikat MTO (maintanance training dan organition) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Udara.

Karyawan BAT sedang melakukan perawatan pesawat di MRO BAT Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Per tahun ada 47 orang yang kita rekrut dan juga melakukan MoU dengan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia agar bisa mensuplai tenaga-tenaga di MRO di Batam ini,” ujarnya.

Selain Politeknik Negeri Batam, ada beberapa sekolah menengah penerbangan di Batam.

Namun kata dia, untuk menjadi teknisi harus memiliki sertifikasi dasar yang dikerluarkan oleh Dirjen Kemenhub Udara.

“Saat ini, itu (sertifiaksi,red) salah satunya ada di Politeknik Batam,” paparnya.

Kata dia, untuk menjadi seorang teknisi di MRO BAT rata-rata harus memiliki ijazah diploma 3 pesawat udara.

Ia menjelaskan, ada beberapa jurusan yang diperlukan di MRO BAT. Yakni mesin pesawat avition elektronik dan elektrikal pesawat.

Seluruhnya kata dia, harus memiliki sertifikasi dan untuk mendapatkannya harus menjalani pendidikan minima 1,5 tahun.(esa/adv)