batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melanjutkan pembangunan dan peningkatan sejumlah
ruas jalan pada tahun ini.

Tiga lokasi yang menggunakan anggaran lebih dari Rp 20 miliar, diperkirakan akan mulai dikerjakan November mendatang.

”Pertama, pembangunan jalur kedua dan peningkatan Jalan Hang Kesturi. Nilai totalnya Rp 37 miliar. Proyek multiyears. Tapi untuk tahun ini, kita akan serap Rp 17 miliar,” kata Kasubdit Jalan,
Jembatan dan Transportasi Massal Badan Pengusahaan
(BP) Batam, Boy Zasmita, Minggu (6/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Berikutnya, peningkatan jalan lengan di Pelabuhan Batu Ampar. Pagu anggarannya mencapai Rp 24 miliar. Proyek ini juga bersifat multiyears.

Selanjutnya, peningkatan jalan dari Bundaran Madani ke arah Bengkong melewati Ocarina.

”Nilainya Rp 20 miliar. Proyeknya juga multiyears. Pembangunan jalannya dari Bundaran Madani sampai ke Ocarina. Mudah-mudahan kami bisa buat trek sepeda pertama di Batam, di jalan itu,” ujarnya.

BP Batam sudah memasukkan dokumen lelang untuk mencari konsultan pengawas ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) BP Batam untuk tiga proyek yang disebut sebelumnya tersebut.

”Lelang untuk konsultan pengawas ini lama dari lelang fisik.
Tapi akhir Oktober selesai, sehingga November dan Desember bisa kita serap anggarannya untuk mulai membangun,” tuturnya.

Satu lagi proyek yang masuk perencanaan yakni pelebaran jalan di sekitar kawasan-kawasan industri Tanjunguncang.

Nilainya sekitar Rp 9 miliar. Saat ini, BP Batam masih mengerjakan proyek peningkatan jalan di Kawasan Indus-
tri Britoil Sekupang. Progresnya sudah rampung 60 persen.

”Dan sekarang kami juga mengerjakan tahap kedua Kawasan Industri Tunas di Batam Center. Proyek yang telah selesai yakni di Seraya Atas,” imbuhnya.

Adapun, tujuan dari proyek pembangunan dan peningkatan jalan ini bermacam-macam, tapi yang utamanya untuk mengejar peningkatan investasi.

”Selain itu, kami benahi supaya tidak banjir lagi seperti di Pelabuhan Batu Ampar,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi,
mengatakan meski banyak anggaran tersedot untuk penanganan Covid-19, namun pembangunan tak boleh berhenti.

Selain menggandeng pihak swasta lewat Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun taman, BP Batam juga diikutsertakan untuk membangun beberapa ruas jalan.

”Kita tetap berupaya agar pembangunan di Batam tidak berhenti,” katanya.(jpg)