batampos.co.id – Situasi Covid-19 di Indonesia pekan lalu semakin buruk. Penyebaran virus covid-19 menjadi semakin tidak terkendali. Hal itu terlihat dari tiga indikator utama yaitu kasus baru naik sangat tajam, jumlah pasien sembuh menurun, dan jumlah pasien meninggal mengalami kenaikan.

Demikian kesimpulan Alvara Research Center dalam laporan mingguannya terkait situasi Covid-19 di Indonesia sepanjang tanggal 31 Agustus – 6 September yang baru saja diliris. “Minggu ini (31 Agustus – 6 September 2020) kenaikan kasus baru masih sangat masif terjadi, terjadi kenaikan 22,096 kasus baru, jauh lebih tinggi dari minggu lalu sebanyak 18,518 kasus,” paparnya.

Selain itu, menurut laporan tersebut, tingkat positivity rate juga meningkat tajam pekan lalu, menjadi 18,9 persen. Artinya bila dilakukan tes terhadap 100 orang akan ditemukan 19 orang positif covid-19. Padahal WHO menyaratkan penyebaran covid-19 dikatakan terkendali di suatu negara bila positivity rate dibawah 5.0 persen.

Adapun jumlah pasien sembuh yang menurun berimplikasi pada Case Recovery Rate (CRR) yang turun, lebih rendah dibanding pekan sebelumnya. Hal ini juga berimplikasi kasus aktif covid-19 kembali naik tajam.

Terkait tingkat kesembuhan dan kematian, provinsi-provinsi yang masih di zona sangat rawan ada empat, yaitu Bengkulu, Jateng, Kaltim, dan Sumut. “Dari sisi tingkat risiko, Aceh, Riau, Kepri, dan Sumbar, menduduki posisi paling rawan minggu ini (pekan lalu),” katanya. (*/uma)