batampos.co.id – Para pendaftar yang lolos mendapat fasilitas Kartu Prakerja gelombang 6 dari pemerintah sudah diumumkan pada Kamis (3/9). Sama seperti gelombang sebelumnya, gelombang 6 Kartu Prakerja memberikan kesempatan pada sekitar 800 ribu orang untuk meningkatkan kapasitas supaya bisa bersaing di dunia kerja dan usaha.

Terkait hal itu, Bencoolen Coffee saat ini telah mematok target bisa mewujudkan adanya barista di setiap desa di Indonesia. Barista atau orang yang piawai meracik kopi telah menjadi profesi yang sangat menjanjikan menyusul naiknya minat masyarakat terhadap kopi kekinian.

Target barista di setiap desa juga selaras dengan rencana pemerintah Provinsi Bengkulu yang menargetkan ‘Satu Warung Kopi Satu Desa’. Melalui target ini, diharapkan Bencoolen Coffee bisa ikut mengangkat perekonomian masyarakat dalam membuka usaha kopi.

Untuk mengelola sebuah warung kopi tentu saja dibutuhkan tenaga barista yang andal. Sebab bakal berdampak pada pemasukan. Pentingnya peran seorang barista juga telah mendorong Bencoolen Coffee membuka kelas pelatihan barista. Pada gelombang 2 Kartu Prakerja, kelas pelatihan barista Bencoolen Coffee diikuti ribuan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh sampai Ambon.

“Pernah dalam satu sesi pelatihan ada 120 peserta yang mengikuti via zoom. Paling sedikit dalam sekali sesi pelatihan prakerja diikuti oleh 70 peserta. Saya melihat antusiasme yang sangat bagus,” kata Ade Hilman Susanto, Mentor Barista Bencoolen Coffee.

Dalam pelatihan barista, para peserta akan diajarkan pelatihan dasar menyeduh kopi secara manual, meracik kopi dengan alat V60 dan mocca pot hingga merawat peralatan menyeduh kopi supaya awet. Diajarkan pula membuat produk minuman kopi kekinian seperti membuat es Kopasus Keren.

Salah satu peserta pelatihan barista Bencoolen Coffee, Nur Hakim, menceritakan awalnya dia hanya menyajikan kopi sachet atau siap saji kepada rekan-rekan dan bosnya. Namun setelah mengikuti pelatihan barista Bencoolen Coffee, dirinya bisa menyajikan kopi kekinian hingga mendapat julukan ‘Starbuckhakim’.

Pelatihan barista Bencoolen Coffee terasa berbeda dengan pelatihan kedai kopi kekinian lainnya. Mereka yang sudah piawai biasanya akan tergoda untuk memiliki usaha kopi sendiri. Bagi Bencoolen Coffee, mimpi tersebut bukan mustahil diwujudkan. Sebab Bencoolen Coffee memiliki skema usaha kedai kopi dengan modal mulai Rp 2 juta.

Kedai kopi itu nantinya akan semakin keren dengan sentuhan digital seperti pembayaran dengan QRIS atau kode QR dan bisa menjadi tempat PPOB (pembelian pulsa dan listrik). Dengan begitu, usaha kedai kopi di setiap desa bisa punya sumber pemasukan tambahan. Tak hanya itu, Bencoolen Coffee juga mengembangkan sales online sehingga di saat kosong, barista bisa berjualan produk-produk kopi kemasan secara online dengan konsep dropship reseller.(jpg)