batampos.co.id – Polresta Barelang akan mengerahkan puluhan personel dan kendaraan patroli di kawasan Sei Temiang dan Marina, Sekupang, setiap malam.

Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, menyatakan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi begal yang kembali marak di kawasan tersebut.

”Itu salah satu rute (Sei Temiang dan Marina) yang menjadi atensi kita. Nanti kegiatan ini setiap malam bersama
Polsek Sekupang,” ujar Firdaus, Minggu (6/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Firdaus menjelaskan, selain personel Sat Sabhara, tim pemburu begal ini juga terdiri dari personel Satlantas, Satreskrim, serta Sat Intel.

Untuk kendaraan patroli yang dikerahkan, yakni tiga unit patroli Sat Sabhara, tiga unit patroli Satlantas, patroli Polsek
Sekupang, dan 12 unit Batara Biru.

”Nanti ada personel yang berpakaian sipil untuk memantau di lokasi. Intinya kita ingin seluruh wilayah Batam aman,” katanya.

Firdaus menegaskan kepada seluruh personelnya untuk menindak tegas tongkrongan anak-anak yang berada di kawasan tersebut.

”Kalau ditemukan akan langsung kita tindak. Kita periksa barang
bawaan dan kelengkapan surat motornya. Kalau ditemukan mengarah kejahatan, langsung diproses,” tegasnya.

Ilustrasi personel kepolisian melakukan patroli di kawasan-kawasan rawan di Kota Batam.  Foto: Cecep Mulyana /batampos.co.id

Hal senada disampaikan Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi aksi begal di Sei Temiang dan Marina, pihaknya mengerahkan patroli khusus di lokasi tersebut.

”Nanti akan ada personel berpakaian biasa untuk memantau
lokasi,” ujar Yudi.

Sayangnya, meski polisi menyatakan menurunkan pemburu begal, nyatanya aksi kejahatan jalanan di kawasan itu masih saja terjadi.

Kelompok remaja bermotor yang membekali diri dengan senjata tajam, kembali meneror warga yang melintas di Jalan Marina City.

Mereka berkeliaran di malam hari dan menyasar pengendara sepeda motor yang melintas sendirian.

Beberapa waktu lalu, seorang kurir sudah jadi korban begal. Ponsel dan uang Rp 5 juta dibawa kabur para pelaku setelah korban ditabrak dan ditodong senjata tajam.

Kejadian serupa hampir terjadi pada Sabtu (5/9/2020) malam
lalu. Kala itu, Safri, warga Marina yang pulang dari Tanjung
Riau, sempat diadang kelompok remaja bermotor di dekat gerbang Marina City dari arah Tanjung Riau.

Pelaku ada empat orang dengan dua sepeda motor. Mereka mencoba menghentikan laju sepeda motor Safri dengan cara berteriak dan mengancam pakai senjata tajam.

Namun, Safri mampu lolos dari kejaran mereka.

”Bahaya anak-anak itu, mereka bawa parang. Saya sudah dipepet sama mereka tapi untung motor saya lebih ngebut dari mereka,” ujar Safri, Minggu (6/9/2020).

Budi, pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar kawasan Marina City mengakui, aktivitas remaja bersepeda motor itu meresahkan.

”Kadang datang minta dagangan. Habis itu tak mau bayar,” katanya.(jpg)