batampos.co.id – Pemerintah pusat kembali mengeluarkan aturan baru mengenai prosedur dilakukannya tes swab Covid-19. Dimana, dalam aturan tersebut, hanya masyarakat yang berkontak dengan pasien positif dan bergejala Covid-19, yang akan dilakukan swab dan dilakukan isolasi.

Dengan adanya aturan baru tersebut, tentunya akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Karena, saat ini sudah banyak kasus positif dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, mengatakan jika aturan dari pemerintah pusat memang harus menjadi acuan semua daerah. Namun, untuk Kota Batam tidak perlu harus mengacu pada aturan tersebut.

”Batam beda sendiri. Kenapa saya bilang beda? Daerah lain laboratorium swabnya itu semua rujukannya ke pusat. Untuk Batam, hal ini menjadi suatu kelebihan, karena Batam punya di sini, yaitu BTKLPP,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk pemeriksaan swab di Batam, prosesnya bisa dilakukan 50 sampel dalam waktu 5 hingga 6 jam. Artinya, jika dibandingkan dengan daerah lain, maka di Batam hasilnya bisa lebih cepat diketahui dibandingkan daerah lain.

”Jadi kalau pun ada aturan itu, mungkin aturan itu untuk meminimalkan rentang waktu ini. Sehingga orang tidak cemas,” katanya.

Mengenai adanya keputusan itu, ia mengungkapkan, hal itu kembali lagi dari kebijakan Pemerintah Kota Batam yang tidak harus menjalankan keputusan itu. Sebab, jika dilihat dari segi anggaran dan sarana prasarana, Tumbur menyebut Batam mampu untuk tetap melakukan swab seperti sebelumnya.

”Jadi tidak bisa diratakan semua daerah. Karena di Batam ini daerah transit, ini menjadi suatu kendala. Mungkin secara kasat mata gejala itu tidak ada. Tapi dia yang transit bawa itu bisa jadi agennya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Tumbur juga meminta ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam melakukan tes swab secara berkala dan acak. Untuk itu, Pemerintah Kota Batam juga tidak terlalu kaku dalam menjalankan aturan dari Kemenkes.

”Di sisi lain, dengan diadakannya kemarin tes massal, kita lihat bagaimana masyarakat antusias menyikapi walaupun kadang-kadang hal seperti ini secara psikologis tidak siap,” tuturnya.(*/jpg)