batampos.co.id – Hingga Senin (7/9/2020), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, ada 24 dokter terpapar virus corona jenis baru (Covid-19).

”Ada 24 dokter, termasuk yang di Tanjungpinang dan lain-lain,” kata Ketua IDI Wilayah Kepri Rusdani seperti dilansir dari Antara di Batam, Senin (7/9/2020).

Para dokter yang dinyatakan positif Covid-19 itu harus menjalani karantina hingga dinyatakan discarded atau sembuh dan tidak bisa melayani pasien. Meski begitu, menurut dia, jumlah dokter di Kepri masih cukup.

”Kalau dokter, belum kekurangan untuk saat ini,” terang Rusdani.

Dia mengatakan, sejumlah fasilitas kesehatan di daerah itu harus ditutup.

Ilustrasi swab test corona yang dilakukan para tenaga medis. Foto: JawaPos.com

Hal itu untuk pembersihan, menyeterilan fasilitas, disinfeksi dari virus. Jadi bukan karena kekurangan jumlah dokter.

Menurut dia, sebagian tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 tertular dari pasien.

Namun, untuk dokter di RSUD Embung Fatimah, kemungkinan terpapar dari sesama tenaga kesehatan.

”Mungkin sama-sama kita itu. Sudah pakai APD, tapi kadang alpa. Kadang bersentuhan, pegang alat bersama dan yang dicurigai itu ruangan tertutup,” terang Rusdani.

Saat ini, lanjut dia, klaster paling besar adalah perkantoran. Tidak menutup kemungkinan hal itu juga yang terjadi di kalangan tenaga kesehatan.

”Aerosol lambat turun karena enggak ada angin. Mereka mungkin enggak bersentuhan, tapi aerosol kena baju, rambut. Kita cuci tangan, tapi alpa pegang baju,” ujar Rusdani.

Untuk meminimalkan jumlah dokter yang terpapar virus korona, IDI berharap, ada pembatasan jam kerja bagi tenaga medis agar dapat beristirahat.

”Jangan sampai ada petugas medis yang kelebihan waktu dinas,” kata Rusdani.

Dia menambahkan, apabila cukup istirahat, makan bergizi, dan olahraga, imun akan kuat, meski terpapar virus.(jpg)