batampos.co.id – Penularan virus corona saat ini sudah meluas di dalam keluarga. Beberapa anggota keluarga bisa tertular virus dari anggota keluarga lainnya yang dibawa dari luar.

Analis dan Penulis @pandemictalks, Firdza Radiany, menjelaskan, berbagai data resmi salah satu klaster keluarga terbanyak terdapat di Bogor yakni 48 klaster keluarga dan Bekasi 155 klaster keluarga.

Menurutnya, klaster keluarga itu terjadi ketika salah satu anggota keluarga yang biasa beraktivitas di luar rumah terkena atau terpapar virus lalu menularkan ke anggota keluarga lainnya. Sehingga anggota keluarga tersebut seluruhnya terkena Covid-19.

“Dalam hal ini bisa saja anaknya. Kenapa klaster keluarga berbahaya? Menurut kami karena setelah klaster kantor, subtransmisi ini akhirnya masuk ke keluarga, di mana ini unit sosial terkecil keluarga,” katanya dalam diskusi di Graha BNPB secara daring, Selasa (8/9/2020) seperti yang dilansir dari JawaPos.com.

Ilustrasi. batampos.co.id

Paling bahaya lagi, menurutnya adalah dengan budaya masyarakat Indonesia senang bersilaturahmi atau berkunjung sesama rumah antarwarga. Kebiasaan ini mempercepat penularan klaster antarrumah.

“Hal ini diperburuk lagi karena beberapa warga menolak untuk tes swab, karena stigma. Stigma dijauhi oleh keluarga, lingkungan dan lain-lain,” imbuhnya.

Berikut tiga hal yang memicu penularan klaster keluarga meluas:

1. Anak-anak Dibiarkan Bermain
Keluarga membiarkan anak-anak bermain bersama di dalam kompleks (tanpa protokol). Dalam jurnal ilmiah, anak terbukti berperan sebagai pembawa virus.

2. Warga Masih Sering Berkumpul
Warga masih sering berkumpul sepeti silaturahmi, rapat keluarga, arisan, acara keluarga, acara agama, acara musik atau bahkan main olahraga bersama seperti pingpong dan badminton.

3. Sering Piknik atau Liburan
Warga masih melakukan liburan atau piknik. Jadi saat kembali ke lingkungan sosialnya, mereka tidak tahu bahwa mereka mungkin membawa virus.(jpg)