batampos.co.id – PT Moya Indonesia, anak usaha Moya
Asia Holding Limited, akan menjadi suksesor PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam mengelola air bersih di Batam.

Moya akan bekerja terhitung sejak akhir konsesi pada 14 November mendatang, hingga enam bulan ke depan. Setelah itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengambil alih tugas Moya Batam.

Kepastian tersebut diungkapkan KepalaBiro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Senin (7/9/2020).

”Iya, BP Batam menyelenggarakan tender pengelolaan dan operasi Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) untuk masa transisi selama enam bulan,” kata Dendi seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Untuk mendapatkan mitra penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan selama masa transisi tersebut, BP memulai tender sejak 12 Agustus 2020 lalu.

Petugas pelayanan ATB di kantor Sukajadi saat melayani pelanggan beberapa waktu lalu. PT Moya Indonesia, anak usaha Moya Asia Holding Limited, akan menjadi suksesor PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam mengelola air bersih di Batam. Foto: ATB untuk batampos.co.id

”Panitia mengundang perusahaan-perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan SPAM di Indonesia. Syaratnya,  memiliki pengalaman mengelola SPAM dengan kapasitas minimum 3 ribu liter per detik, termasuk ATB,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil evaluasi dan penawaran yang dimasukkan peserta, maka BP Batam menetapkan peserta terbaik, yakni PT Moya Indonesia sebagai pemenang.

”Penetapan PT Moya Indonesia sebagai pemenang sudah dilakukan 4 September lalu. Selanjutnya bagi peserta yang
keberatan dapat melakukan sanggahan pada tanggal 7
hingga 9 September,” tambahnya.

Selama masa transisi enam bulan, BP Batam akan menggunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan badan usaha untuk mengelola air bersih Batam selanjutnya.

”Kita sedang mempersiapkan SBU (Strategic Business Unit) BP Batam dan segala sesuatunya,” terangnya.

Moya sendiri merupakan perusahaan yang sudah mengembangkan lima perusahaan air swasta di Indonesia.

Antara lain; PT Moya Tangerang, PT Moya Bekasi, PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang, dan PT Autico Air Indonesia.

Moya Holding sendiri merupakan perusahaan yang tercatat di Singapura. Kemudian di bawah itu, ada Moya Indonesia Holdings Pte Ltd yang menjadi induk bagi lima perusahaan pengelolaan air
swasta di Indonesia itu.(jpg)