batampos.co.id – Hujan deras yang turun dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu, menyebabkan banjir dan genangan air, baik itu di jalan protokol maupun permukiman warga. Misalnya, yang terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Bengkong. Sampah yang menyumbat aliran air dituding jadi penyebab banjir di kawasan padat penduduk tersebut.

Camat Bengkong, Muhammad Fairus Batubara, menjelaskan genangan air terjadi di Kelurahan Bengkong Laut, Bengkong Indah, dan Bengkong Sadai. Ia mengakui, hujan deras saat itu merata mengguyur Kota Batam.

”Banjir terjadi di Bengkong Permai RT 01/RW 02, lalu Kompleks YKB di Kelurahan Bengkong Laut. Banjir di Blok C RW 1 di simpang menuju gereja HKI, Kelurahan Bengkong Indah. Begitu juga di Kelurahan Sadai, lokasi Bengkong Kolam dan Bengkong Indah Swadebi,” jelas Fairus, Senin (7/9).

Ia mengatakan, daya tampung drainase tidak sebanding dengan jumlah debit air hujan. Ditambah dengan sampah yang cukup banyak. Sehingga, mengakibatkan sejumlah kelurahan di wilayah kerjanya tergenang air hingga sebatas lutut orang dewasa.

”Daya tampung drainase tidak sebanding dengan debit air hujan. Tumpukan sampah yang banyak, makanya airnya meluap,” papar mantan Camat Batam Kota itu.

Fairus menerangkan, saat ini kondisi wilayah yang terjadi banjir sudah diatasi. Diakuinya, titik genangan air menjadi persoalan setiap hujan turun. Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya diakuinya kurang.

”Jadi saya harap masyarakat bijak membuang sampah, kecuali pada tempatnya. Ini jadi satu persoalan yang sering kita temukan saat hujan turun,” ucapnya.

Lanjutnya, kawasan padat penduduk memang selalu menjadi langganan banjir. Apalagi, ada aliran air yang sudah ditutup. Sehingga ada penyempitan drainase. Sehingga ketika debit air meningkat, aliran air meluap ke permukiman warga. ”Masih itu saja penyebabnya. Persoalan sampah jadi penyebab banjir,” imbuhnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMS-DA) Kota Batam, Yumasnur mengatakan, luapan air terjadi diperkirakan karena adanya tumpukan sampah plastik yang menyumbat aliran air. Sehingga, ketika debit air meningkat, terjadi luapan hingga ke jalan.

”Tim masih keliling untuk mengecek titik luapan air ini yang menggenangi jalan. Seperti biasanya sampah menjadi penyebab aliran drainase tidak lancar,” kata dia.(*/jpg)