batampos.co.id – Sudarmoko tertidur lelap. Dan, ketika terbangun dia mendapati lima anggota keluarganya sudah kehilangan nyawa.

’’Saya duduk tertidur di sebelah sopir,’’ kata Sudarmoko yang mengalami luka ringan kepada petugas seperti dikutip Jawa Pos Radar Tuban.

Pria 29 tahun tersebut adalah satu-satunya penumpang Kijang K 8824 BE yang selamat dari maut. Mobil yang dikendarai Ismail itu bertabrakan dengan truk bermuatan ikan segar di Kilometer (Km) 9–10 Jalan Tuban–Bulu. Persisnya di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (7/9).

Ditambah Ismail, 43, total ada enam korban jiwa dalam kecelakaan maut itu. Korban lainnya Kadi, 59; Sumini, 58; Adem, 62; Jinah, 69; dan Darmilah, 40. Kadi dan Sumini adalah suami istri. Sementara itu, Adem adalah kakak kandung Sumini.

Begitu juga Jinah. Dia adalah besan Sumini. Korban tewas lainnya, Darmilah, tak lain cucu Jinah. Sedangkan Sudarmoko adalah menantu Kadi dan Sumini.

Seluruhnya warga Desa Dingil, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka hendak besuk kerabat yang dirawat di RSUD dr R. Koesma Tuban.

Begitu kerasnya tabrakan antara Kijang dan truk S 8252 HJ yang dikemudikan Muslik, Jumain, saksi mata, menyebutnya seperti bunyi ledakan. ’’Duarrr,’’ kata Jumain yang mengaku hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi tumbukan kedua kendaraan dilansir Jawa Pos Radar Tuban.

Kondisi mobil Kijang yang terlibat tabrakan dengan truk di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban, Senin siang (7/9). (YUDHA SATRIA ADHITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Sejumlah saksi mata lain mengatakan, kecelakaan maut bermula saat Kijang warna merah melaju dari barat dengan kecepatan tinggi. Mendekati titik tumbuk, mobil tersebut hendak mendahului truk di depannya yang belum diketahui identitasnya.

Kondisi jalan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya lurus dan mulus. Sepanjang titik jalan sekitar juga baru diperbaiki.

Dengan kondisi seperti itu, sebenarnya tak ada yang mengganggu pandangan maupun konsentrasi pengemudi. Tapi, diperkirakan, Ismail yang mengemudikan Kijang mengabaikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan.

Ketika baru separo bodi mobilnya masuk di jalur lawan dan hendak mendahului, dari arah berlawanan melaju kencang truk yang disopiri Muslik, warga Desa/Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Mobil Kijang itu pun menabrak bagian samping truk boks warna kuning tersebut.

Setelah menabrak truk, mobil terdorong 5 meter dari titik tumbuk. Kondisi mobil ringsek tak beraturan. Kap dan bodi kanannya terkelupas. Bahkan, salah satu pintu kanan mobil tersebut lepas dan nyangkut di bak truk.

Diperkirakan, itulah yang memicu penumpang mobil terlempar ke aspal dan berserakan di sekitar TKP. Sebagian besar mengalami luka di kepala. Selebihnya patah tulang.

Dalam kecelakaan maut tersebut, truk boks hanya mengalami kerusakan ringan di bagian samping kanan. Bahkan, pengemudinya tak mengalami luka sedikit pun. Truk pengangkut ikan dari Palang tersebut rencananya mengirim muatan ke Kecamatan Tambakboyo.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, diperkirakan mobil Kijang tak mengerem sama sekali. Di sepanjang jalurnya hingga titik tumbuk tidak terlihat bekas pengereman. Begitu juga di jalur truk. Tidak terlihat bekas rem.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Argo Budi Sarwono menjelaskan, penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi mobil yang tidak melihat kondisi di depannya. ’’Tujuan rombongan hendak besuk ke RSUD sekaligus menyerahkan kartu BPJS Kesehatan milik kerabat yang disambanginya,’’ kata Argo.

Argo menambahkan, selain olah TKP, petugas sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Salah satunya Muslik, pengemudi truk boks.(jpg)