batampos.co.id – Kisruh ATB dengan BP Batam juga menimbulkan ketidakpastian soal nasib karyawan ATB.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, sudah berjanji akan merekrut karyawan ATB sebagai bagian dari Strategic Business Unit (SBU) milik BP Batam yang akan mengelola air bersih berikutnya setelah konsesi berakhir, November ini.

Janji tersebut disampaikan Rudi di Stadion Temenggung Abdul Jamal, di hadapan karyawan ATB, 13 Mei 2020 lalu.

Saat itu, Rudi mengatakan, karyawan ATB dipersilakan mendaftar menjadi karyawan BP Batam, Agustus lalu.

Namun, seiring dengan perkembangan yang terjadi hingga saat ini, Benny mengungkapkan, rencana tersebut belum jelas kapan akan terealisasi.

Petugas pelayanan ATB di kantor Sukajadi saat melayani pelanggan beberapa waktu lalu. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Bahkan, 12 Agustus 2020 lalu, BP Batam menggelar lelang penunjukan mitra Kerja Sama Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi SPAM Batam.

Keluarlah, nama PT Moya Indonesia sebagai pemenang, 4 September 2020 lalu. Imbasnya, nasib karyawan ATB selepas konsesi berakhir, masih menjadi tanda tanya.

”Sebelumnya, BP Batam sudah menjanjikan itu. Tapi, meskipun tidak direkrut BP Batam, para karyawan ATB yang jumlahnya 588 orang dijamin akan menerima haknya (pesangon, red). Dana sudah kami alokasikan,” ujar Benny sepeerti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia pun mengingatkan, ketika layanan air terganggu pada 15 November nanti di saat konsensi berakhir, jangan lagi mengeluh ke ATB.

”Jangan hubungi karyawan ATB lagi,” tegasnya.(jpg)