batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan
mengembangkan sektor jasa pendidikan tinggi dan jasa
kesehatan.

Dilansir dari Harian Batam Pos, Deputi II BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, mengemukakan bahwa road map sektor jasa pendidikan tinggi dan jasa kesehatan tengah disusun tahun ini.

”Ini sangat positif sekali untuk Batam ke depan dan akan memberikan kontribusi untuk produk domestik regional bruto (PDRB). Memberikan peluang ketenagakerjaan dan dukungan
vokasi industri,” kata Enoh, saat memaparkan keunggulan Batam dalam Forum Discussion Group (FGD) yang digelar oleh Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Jumat (4/9/2020) lalu.

Enoh melanjutkan, dampak positif lainnya yakni mengurangi uang yang terbang ke luar negeri dengan banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri dan juga mencari pendidikan tinggi di luar negeri.

”BP Batam terus berupaya meningkatkan sektor-sektor strategis baru agar ekonomi Batam lebih kuat dan bervariasi dan lebih banyak pilihan sektor untuk berinvestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Analisa Ekonomi Makro dan Sektor Strategis BP Batam, Irfan Widyasa, mengatakan, peluang investasi di Batam sangat bagus.

Pasalnya, wilayah ini berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka yang ramai dan dilalui lebih dari 60 ribu kapal tiap tahunnya.

”Dengan status Free Trade Zone (FTZ), akan menguntungkan investor yang orientasinya ekspor dan berteknologi tinggi,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), 17 persen dari perusahaan di Batam termasuk industri berteknologi tinggi.

Selain itu, dukungan human resource serta Human Development Index Batam di atas rata-rata nasional.

“Selain itu, tersedianya pilihan lokasi investasi yang beragam. Masih tersedia 330 hektare lebih lokasi di 24 Kawasasan Industri di Batam,” tambah Irfan.

“Dengan Pengembangan KEK di Pulau Batam, seperti MRO Batam Aero Teknik dan KEK Digital di Nongsa Digital Park, juga akan semakin memperkuat Batam sebagai kawasan investasi,” katanya lagi.

Gedung RSBP Batam tampak dari atas. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

Dalam pertemuan ini, juga dilakukan business matching. Ada pengusaha anggota American Chamber (AMCHAM) yang menanyakan lokasi yang paling cocok untuk pabrik furniture yang dekat dengan sumber bahan baku dan tenaga kerja.

Selain itu, terdapat juga ketertarikan dari anggota AMCHAM mengenai pengembangan sektor medis dan world class university.

Di sisi lain, BP Batam memang tengah menggarap KEK Zona Kesehatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan sekitarnya.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan KEK, Endry Abzan, mengatakan KEK zona kesehatan diusulkan di sekitar area RSBP Batam di Sekupang.

“Jadi harapannya nanti di Batam dibuat satu ekosistem menjadi kawasan medical tourism yang tidak hanya layanan medis, tapi juga kebugaran,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan promosi ke beberapa negara untuk mengisi tenan-tenan yang disediakan di KEK Zona Kesehatan.

“Kita sudah melakukan promosi ke Singapura dan Rusia. Serta promosi yang dilakukan marketing-marketing kita di negara-negara lain,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, KEK Zona Kesehatan mendapatkan respons positif dari beberapa investor.

“Sudah banyak yang mau dan sekarang kita sedang menyusun kriterianya, tenant seperti apa yang mengisi di KEK Zona Kesehatan,” paparnya.

Selain itu, kata dia, setelah KEK Zona Kesehatan dibentuk, nantinya akan dilengkapi fasilitas medis yang modren dan canggih.

Serta, akan memberdayakan dokter-dokter dari luar negeri yang belum ada di Indonesia.

“Peraturannya sedang disusun oleh pemerintah kita. Jadi nanti di KEK Zona Kesehatan ini akan ada pelayanan yang tidak ada di rumah sakit lainnya,” tuturnya.(jpg)