batampos.co.id – Dua operator disebut Ombudsman RI ingin mengambil keuntungan dalam program subsidi kuota gratis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya yang disebut adalah PT XL Axiata Tbk.

Dikatakan bahwa operator tersebut akan memberikan hadiah kepada sekolah, apabila semua peserta didik di satuan pendidikan itu menggunakan layanan providernya.

Dilansir dari JawaPos.com, Corporate Secretary PT XL Axiata, Tri Wahyuningsih, menyatakan dengan tegas tidak ada praktek seperti itu.

“Sama sekali tidak ada kesepakatan agar pihak sekolah memaksa siswa menggunakan kartu perdana dari XL Axiata, termasuk untuk mendaftarkan nomor kartu dari kami di Dapodik,” ungkapnya kepada JawaPos.com melalui keterangan tertulis, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, XL Axiata menjalin kerja sama dengan pihak sekolah dengan tujuan membantu dan mempermudah siswa guna mendapatkan paket data yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jadi target kami adalah agar semua siswa, termasuk yang belum memiliki kartu seluler, bisa mendapatkan kartu XL/AXIS sehingga mereka bisa mengikuti PJJ,” imbuh, Ayu, panggilan Tri Wahyuningsih.

Selain itu, pihaknya itu tidak memberi hadiah, malah mereka membantu menyiapkan sejumlah fasilitas pembelajaran, seperti wifi yang bertujuan agar penyaluran paket bantuan tersebut bisa berjalan secara maksimal.

“Tidak ada pemberitaan bagi pengelola sekolah secara individu. Bukan berarti juga kami meminta pihak sekolah memaksa murid-muridnya menggunakan kartu XL Axiata,” terang dia.(jpg)