batampos.co.id – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, memengaruhi volume air di waduk-waduk di Pulau Batam, salah satunya Waduk Sungai Harapan.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, volume air di waduk Sungai Harapan, pada Jumat (4/9/2020) kemarin, mengalami kelebihan dari permukaan waduk (overflow) setinggi 7 sentimeter.

“Waduk Sungai Harapan overflow +4 sentimeter dari Jumat (4/9/2020) dengan curah hujan 4,6 milimeter,” jelasnya, Rabu (9/9/2020).

Ia mengatakan, waduk Sungai Harapan rata-rata digunakan 3-4 cm per hari. Kenaikan volume air di waduk Sungai Harapan, lanjutnya, masih terjadi hingga Minggu (6//9/2020) lalu.

Waduk Sungai Harapan yang berada di Kecamatan Sekupang merupakan waduk pertama yang dibangun di Pulau Batam pada 1978.

Waduk tersebut beroperasi pada 1979 dan memiliki luas permukaan 87,64 hektar, dengan luas genangan mencapai 75 hektare.

Waduk Sei Harapan. Foto: PT ATB  untuk batampos.co.id

Waduk Sungai Harapan diketahui memiliki volume tampung hingga 3.637.000 m3 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sekupang, Marina, dan sebagian Tiban.

Waduk Sungai Harapan awalnya merupakan merupakan waduk sementara dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pertamina Sambu.

Namun, akhirnya dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sekupang.

Dendi mengatakan, pihaknya berharap partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan daerah tangkapan air waduk Sungai Harapan dari kegiatan ilega.

Pihaknya berharap masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat terkait apabila ditemukan adanya kegiatan ilegal di sekitar daerah tangkapan air maupun di dalam genangan waduk.

Ia menjelaskan, untuk sedimentasi waduk, akan segera dilakukan normalisasi.

Normalisasi, lanjutnya, akan dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Kementerian PUPR.

“Normalisasi direncanakan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2020,” tuturnya.(esa/adv)