batampos.co.id – Pasca dilantik pada Sabtu (5/9/2020), pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Anambas bergerak cepat. Sejumlah pengurus akan menemui Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto di Tanjung Pinang, guna membahas kendala investasi di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Ya, kami sekarang, berada di Batam, dan besok rencananya, ke Tanjung Pinang bersama Kadin Provinsi bertemu dengan Pak Gubernur, untuk membahas beberapa hal terkait investasi di Anambas,” ujar Ketua Kadin Kepulauan Anambas, Muh Nasrul Arsyad, saat dihubungi awak media, Rabu (9/9/2020).

Nasrul mengatakan, salah satu point penting yang akan disampaikan dalam dialog dengan Gubernur itu, adalah lambannya proses perizinan pariwisata di Anambas, sebagaimana banyak dikeluhkan pengusaha resort.

“Kami kan baru dilantik, jadi belum mengetahui persis, apa kendalanya. Karena itu kami perlu pendalaman masalah, dan kami bersama Kadin Provinsi akan membahas secara teknis terkait hal tersebut,” tambah pemilik perusahaan media online Gurindam.id itu.

Lanjut lagi dia menambahkan, jika nantinya dalam hasil diskusi dengan gubernur ditemukan bahwa ternyata kendala perizinan disebabkan regulasi, maka pihaknya akan melanjutkan diskusi dengan Kadin Indonesia di Jakarta untuk kemudian disampaikan kepada kementerian terkait.

“Ada banyak jalan, untuk menyelesaikan masalah. Tidak selesai dengan Gubernur, kita lanjutkan ke kementerian. Jika perlu kita terobos hingga ke presiden. Karena, ini sesuai dengan nawa cita presiden dan program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. Pokoknya, kita akan urus sampai tuntas,” ujarnya.

Pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Kepulauan Anambas periode 2020-2025 di Gedung BSM Tarempa. Kabupaten Kepulauan Anambas. Sabtu (5/9/2020). (Foto :Faidillah/batampos.co.id)

Ia menyebut, peran dan fungsi Kadin sesungguhnya adalah bagaimana menjaga agar iklim investasi tetap tumbuh. Karena itu, Kadin berperan untuk memfasilitasi, memediasi dan bahkan mengadvokasi pengusaha dengan pemerintah, sehingga tercipta iklim investasi yang baik. Dengan adanya investasi, tercipta lapangan kerja, yang kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Nasrul berharap, pergerakannya itu didukung semua pihak. Karena menurutnya, Kadin tidak bisa bergerak sendiri untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kita perlu bersinergi dan support dari pemerintah daerah, begitu juga pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan pihak eksternal lainnya, untuk mengurai benang kusut ini,” terang Nasrul.

Ikut dalam rombongan Kadin Anambas itu antara lain, Wakil Ketua bidang Investasi dan Pertambangan, M. Sani, dia adalah mantan komisoner KPU dua periode. Ada juga Firman Edi, Wakil Ketua bidang Perikanan, Kelautan dan Peternakan, dia adalah mantan anggota DPRD Anambas yang juga Direktur PT Laut Anambas Sejahtera, Asri Masbah, Wakil Ketua OKK yang juga Ketua Pemuda Pancasila dan pengusaha jasa hiburan di Anambas, serta Wakil Ketua bidang Promosi dan Media Massa, Fitra Hadi yang juga adalah pendiri Forum Pimred Anambas.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sejumlah investor mengeluh, karena pengurusan perizinan usahanya di Provinsi Kepri tak kunjung kelar, meski prosesnya sudah bertahun-tahun. Keluhan itupun ditumpahkan kepada Bupati Kepulauan Anambas.

Namun keluhan lambannya proses perizinan di Provinsi Kepri itu dibantah, Gubernur, Isdianto. Ia mengatakan, proses pengurusan perizinan di provinsi tidak perlu memakan waktu lama. Meski begitu, Isdianto berjanji akan menanyakan kepada bawahannya terkait keluhan investor dari Anambas itu.(fai)