batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam sudah menyosialisasikan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Batam.

Namun kenyataannya, masih ditemukan warga yang beraktivitas dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Seperti di Pasar Induk Jodoh. Masih banyak penjual dan pembeli yang terlihat enggan menggunakan masker.

Salah seorang pedagang, Ratmi, mengatakan, hingga saat ini antara penjual dan pembeli masih banyak menyepelekan aturan pemerintah tersebut.

“Alasannya banyak dari masker ketinggalan dan ada juga yang bilang tidak tahu aturan wajib bermasker,” ujarnya.

Tetapi kata dia, ada beberapa pedagang yang sudah mengetahu aturan protokol keshetan tapi enggan mematuhinya.

Aktivitas di Pasar Induk Jodoh. Di lokasi ini masih banyak masyarakat yang enggan menerapkan protokol kesheatan seperti menggunakan masker. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Pemandangan yang sama juga terlihat di area pasar baju seken, Jodoh. Rengga, penjual baju seken, mengatakan, keadaan pasar hampir setiap hari masih sama.

Kebanyakan penjual dan pembeli tidak mau menerapkan aturan pemerintah.

“Ya namanya di pasar bang, semua orang campur di sini, walaupun ditegur ngak pakai masker takutnya mereka tidak mau datang ke sini lagi”, katanya.

Pantauan batampos.co.id di lokasi, warga yang belanja ke pasar masih semrawut dan masih menyelekan aturan pemerintah. Padahal Pemko Batam sudah mengeluarkan aturan dan sanksi yang akan diberikan jika masyarakat tidak mengikuti protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Batam, salim, mengatakan, pihaknya hari ini kembali turun ke pusat-pusat keramaian untuk melakukan sosialisasi.

“Masih sosialisasi dulu belum ada tindakan. Tapi dalam minggu ini juga kita akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan,” tuturnya.(nto)