batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa penerimaan negara saat ini sedang rendah akibat dampak Covid-19 yang mengikis perekonomian nasional. Karenanya, Kemenkeu akan mengubah kebijakan terkait dana alokasi umum (DAU) yang ditransfer ke daerah.

“Bapak dan Ibu sekalian tahu bahwa penerimaan pajak kita turun sangat tajam,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Rabu (9/9).

Sri Mulyani menjelaskan, penerimaan pajak merosot lantaran kemampuan masyarakat dan dunia usaha mengalami penurunan dalam hal membayar pajak. Bahkan, ada yang tidak dapar membayar pajak sama sekali karena mereka kehilangan pekerjaan atau usahanya tutup.

“Komite IV mohon dipahami bahwa APBN kita mengalami shock yang cukup berat dari sisi penerimaan negara,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata Sri Mulyani, DAU yang selama ini bersifat pasti akan dibuat lebih fleksibel. Meskipun demikian, dirinya mengaku hal itu pasti akan mendapat pertentangan dari pemerintah daerah maupun DPD.

Ia meminta pengertian karena ruang APBN juga dipengaruhi oleh penerimaan yang saat ini mengalami penurunan luar biasa. Sehingga, pihaknya akan melakukan penyempurnaan formula terhadap DAU tersebut.

“Evaluasi bobot dari alokasi dasar, variabel kebutuhan, variabel kapasitas fiskal daerah, dan kita memperbaiki pengukuran indeks ketimpangan antar wilayah. Kita akan menggunakan Theil Indeks,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyempurnaan formula DAU juga dilakukan dalam rangka memperbaiki ketimpangan antar daerah yang saat ini masih terjadi. Sebab ada daerah yang memiliki kapasitas fiskal yang besar dan adapula yang tidak.

“Ini adalah tantangan yang paling besar dan kita akan terus menggunakan instrumen transfer ini di dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik di daerah agar tidak terjadi perbedaan yang mencolok antara daerah-daerah yang memiliki kapasitas fiskal besar dengan mereka yang kurang,” tutupnya.(jpg)