batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja, penyalurannya sudah mencapai 99,9 persen. Sebanyak 56 ribu sekolah, baik negeri maupun swasta, telah menerima bantuan tersebut.

“Dari 56 ribu sekolah semua ini sudah hampir 100 persen. Sekarang 99,9 persen berarti tinggal 0,01 persen, ada beberapa lagi,” ungkap Sekretaris Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Sutanto dalam webinar Sosialisasi Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan Bos Kinerja, Kamis (10/9).

Kemudian, dia menyebut ada perbedaan penyaluran BOS afirmasi dan BOS kinerja pada tahun 2019 dengan 2020, yakni jumlah sasaran sekolah pada tahun ini yang lebih banyak dari tahun lalu. “Tahun kemarin 34.425 sekolah, sekarang 34.735. Jadi sekitar selisih 300-an. Ini BOS Afirmasi ya,” ujar dia.

Meskipun begitu, alokasi anggaran untuk tahun 2020 lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya. Di mana terdapat penurunan alokasi anggaran pada BOS Afirmasi sebesar Rp 1 triliun. “Untuk dananya lebih sedikit, tahun kemaren hampir Rp 3,28 triliun tahun ini hanya kebagian Rp 2,08 triliun,” ujarnya.

Sedangkan untuk BOS Kinerja, sasaran sekolah juga menjadi lebih banyak pada tahun ini dibanding 2019. BOS Kinerja menargetkan 20.976 sekolah, tahun ini menyasar 21.380 sekolah. “Sedangkan anggaran BOS Kinerja tahun kemarin Rp 1,5 triliun tapi tahun ini lebih kurang dari itu yaitu Rp 1,28 triliun,” terang dia.

Adapun, dia menjelaskan lebih lanjut bahwa setiap sekolah yang menerima Dana BOS Afirmasi dan Kinerja yang sama.

“Besarnya adalah 60 juta persekolah. Kegunaannya untuk anggaran bos kinerja dan afirmasi ini dapat digunakan seperti BOS reguler, boleh untuk pengembangan pendidikan boleh, untuk bayar air, sarana prasarana, benerin wc itu boleh, untuk beli apa juga boleh. Beli handsanitizer, kasih insentif guru ya boleh tidak dibatasi ini tergantung kepala sekolah,” jelasnya.(jpg)