batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menutup pendataan tahap pertama subsidi kuota gratis bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen pada hari ini, 11 September 2020. Namun, karena masih ada yang belum menginput datanya, pengisian data diperpanjang sampai 15 September 2020.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikbud, Muhammad Hasan Chabibie menuturkan bahwa pihaknya masih membuka aplikasi pendataan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan satuan pendidikan maupun provider atau operator penyedia jasa telekomunikasi mengenai itu.

“Masih kami data. Sudah secara paralel kita sampaikan sampai tanggal 15 nanti tetap kita buka untuk mereka-mereka yang belum (memasukkan data nomor handphone),” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/9).

Bagi satuan pendidikan yang baru mengisi data pada 12 hingga 15 September 2020, nomor handphone peserta dan tenaga didik tersebut akan diserahkan kepada operator di akhir bulan.

Dia juga menuturkan bahwa satuan pendidikan yang telah menginput data sebelum tenggat waktu yang ditentukan akan diproses lebih dulu.

“Nanti yang belum masuk (11 September 2020) kita susulkan ke operator di akhir bulan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp 7,2 trilun untuk bantuan kuota Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Bantuan kuota ini rencananya akan dilakukan selama empat bulan mendatang, atau hingga Desember 2020.

“Sebesar Rp 7,2 triliun kami kerahkan untuk pulsa atau kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen,” kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI secara virtual, Kamis (27/8).

Untuk siswa, kuota yang diberikan sebesar 35 GB dan guru 42 GB. Sementara mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB.(jpg)