batampos.co.id – Petugas BPJS Kesehatan melakukan spot check di wilayah Bengkong Harapan pada Jumat (28/8/2020) lalu. Hal ini dilakukan untuk memastikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang didistribusikan melalui pihak ketiga diterima dengan benar oleh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Berbekal daftar peserta PBI yang menjadi target spot check, sampailah petugas BPJS Kesehatan di salah satu rumah kerabat Sri Maryani (38), peserta PBI beberapa tahun belakangan.

“Kenapa Bu? Apa ada masalah? Saya juga dapat dari pemerintah. Sudah sering saya gunakan,” kata Sri.

Sri menceritakan, ia berkali-kali dibantu oleh program JKN-KIS. Menurutnya yang tidak dapat ia lupakan adalah ketika ia harus melakukan proses persalinan anak ketiga dan keempat dengan operasi caesar dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Kalau saya ceritakan, menangis saya. Saya mau operasi, inilah yang bantu saya,” kata Sri sambil menunjukkan KIS.

Sri Maryani bersama keluarganya memperlihatkan kartu JKN-KIS yang mereka miliki. Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

Hipertensi yang ia derita ternyata memberikan resiko jika harus melakukan persalinan secara normal.

Oleh karena itu, ia dirujuk oleh Puskesmas ke rumah sakit terdekat. Sri mengaku pelayanan yang ia dapatkan sangat baik. Tidak ada diskriminasi seperti yang ia khawatirkan.

“Saya lumayan lama di rumah sakit, pakai infus, pakai oksigen, biayanya hampir Rp 60 juta. Kalau tidak ada KIS, saya gak bisa melahirkan. Suami saya cuma kenek mobil,” kata Sri sambil menahan tangisnya.

Tidak hanya untuk persalinan. Ia juga mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diperuntukkan bagi peserta dengan penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Ia rutin mengambil obat hipertensi di Puskesmas tempatnya tinggal.

“Saya harus rutin ambil obat ini, karena saya bergantung sekali sama obat ini,” kata Sri.

Ia bersyukur pemerintah masih memperhatikan rakyat kecil. Tidak hanya Sri dan keluarganya, ia juga bersyukur kerabatnya juga dapat menikmati layanan program JKN-KIS tanpa harus membayar iuran. Harapannya ia terus mendapat bantuan dari pemerintah sebagai peserta PBI.

“Semoga saya terus dapat ini, ini yang bantu saya,’” kata Sri.(*)