batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan akan memberikan bantuan kuota internet bagi siswa dan guru di setiap jenjang pendidikan. Bantuan akan dibagikan untuk mereka yang terlibat dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, nantinya setiap siswa akan mendapat kuota sebesar 35 gigabita (GB) per bulan. Sementara untuk guru, bantuan kuota diberikan sebesar 42 GB. Dia menuturkan, bantuan ini akan berjalan selama empat bulan.

”Artinya bukan hanya setiap siswa saja, guru-guru juga akan mendapatkan bantuan kuota internet tersebut,” kata Hendri, Rabu (9/9).

Kemendikbud memberikan bantuan kuota kepada seluruh jenjang pendidikan. Teknisnya, mereka akan memakai nomor telepon yang digunakan saat PJJ. Nanti, dengan nomor inilah nantinya yang akan ditransfer kuota oleh Kemendikbud.

Adapun, proses pendataan diambil melalui data pokok pendidikan (Dapodik). Semua siswa yang terdaftar dalam data, akan menerima ban- tuan kuota tersebut. “Sekolah mengumpulkan data, lalu mengirimkannya ke operator Dapodik di Kemendikbud,” ujarnya.

Lalu, bagaimana bagi siswa yang menggunakan nomor ponsel orang tuanya, sementara ia memiliki saudara yang memakai nomor yang sama. Hendri menjawab, pihaknya menawarkan nomor paket internet yang baru. Sebab, setiap nomor yang dikumpulkan ke Kemendikbud berbeda satu dengan yang lain.

”Jadi, nanti masing-masing anak tetap dapat satu paket kuota. Saat ini kita sudah bekerja sama dengan berbagai provider seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan sebagainya. Mereka sudah masuk ke sekolah-sekolah untuk menawarkan kartu internet,” jelasnya.

Hanya saja, untuk alat, sarana ponsel atau gadget, sambung Hendri, harus tetap disediakan orang tua siswa. Pihaknya belum masuk ke sana mengingat bantuan hanya baru diberikan dalam bentuk kuota paket internet.

”Sebagai contoh, anak pertama dia pakai nomor ibunya, sedangkan anak kedua dan ketiga, dia pakai nomor kartu perdana yang baru yang telah ditawarkan. Sehingga, nanti masing-masing anak tetap mendapatkan satu kuota paket internet dari Kemendikbud,” ucapnya.

Hendri menambahkan, hingga 9 September 2020 masih tahap pendataan sampai tanggal 11 September 2020. Setelah itu, diharapkan seluruh data siswa diharapkan sudah masuk di dalam sistem dapodik Kemendikbud. ”Setelah seluruh data masuk, baru nanti pihak Kemendikbud yang akan mengirimkan kuota,” kata Hendri.(*/jpg)