batampos.co.id – BPJS Kesehatan memberikan keringanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang memiliki tunggakan iuran melalui program relaksasi.

Program ini merupakan bentuk kepedulian BPJS Kesehatan terhadap peserta terdampak Covid-19 yang terjadi beberapa bulan belakangan.

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Muryawan, mengatakan, melalui program ini peserta JKN-KIS yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaannya kembali dengan hanya melunasi tunggakan iuran selama 6 bulan ditambah iuran 1 bulan berjalan.

“Sisa tunggakanya dapat dicicil sampai akhir tahun depan, untuk itu kepada peserta yang menunggak kami himbau untuk dapat memanfaatkan program ini,” kata Muryawan.

Tidak hanya untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), program ini juga berlaku untuk peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) badan usaha.

Untuk bisa mengikuti program ini, peserta yang memiliki tunggakan lebih dari 6 (enam) bulan cukup melakukan pendaftaran sesuai kanal yang telah ditetapkan.

Togu Tambunan salah satu peserta yang sedang melakukan pendaftaran program relaksasi saat ditemui di kantor cabang pada Kamis (10/9/2020). Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

“Untuk peserta PBPU dapat melakukan pendaftaran di kantor cabang, aplikasi Mobile JKN, atau melalui care center 1500 400. Bagi peserta PPU BU dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Edabu,” kata Muryawan.

Untuk menyebarluaskan informasi terkait program ini, ia mengaku pihaknya telah menghubungi peserta melalui telepon dan SMS. Harapannya banyak peserta yang memanfaatkan program ini.

Togu Tambunan (46) adalah salah satu peserta yang sedang melakukan pendaftaran program relaksasi saat ditemui di kantor cabang pada Kamis (10/9/2020).

Pria yang mengaku sebagai buruh ini mengaku terbantu dengan adanya program cicilan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

“Tadi pagi saya dapat SMS, diingatkan untuk membayar iuran dan disampaikan sekarang sedang ada program untuk melakukan cicilan bagi peserta yang menunggak, jadi saya langsung datang,” kata Togu.

Iya mengaku tunggakannya mencapai 5 juta rupiah. Hal tersebut terjadi karena menurutnya penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk makan.

Selama menunggak dan kepesertaan tidak aktif, ia terpaksa berobat dengan membayar sendiri.

“Saya takut ketika nanti saya dan keluarga tiba-tiba sakit yang parah, saya gak punya uang. Tapi jujur saja kalau harus membayar semua saya tidak mampu. Makanya karena menurut saya ini baik bagi saya dan keluarga, saya coba saja. Mungkin selanjutnya saya akan turun kelas saja yang penting saya bisa pakai KIS,” kata Togu.(*)