batampos.co.id – DPRD Kota Batam akan meminta Kementerian Dalam Negeri untuk menambahkan mesin cetak e-KTP pada 2021 mendatang.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, mengatakan, hal itu dilakukan karena selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan lambatnya pencetakan e KTP.

“Masyarakat banyak yang merasa tidak puas dengan pelayanan Disduk,” katanya, Jumat (11/9/2020).

Selain itu lanjutnya, saat ini alat untuk pencetakan e-KTP di di kecamatan memiliki kapasitas terbatas. Karena itu pihaknya akan mencari jalan keluar guna mengatasi permasalhan tersebut.

“Masyarakat banyak mengeluhkan KTPnya sudah lama belum dicetak. Ini persoalanya memang terjadi penumpukan dan solusinya alat itu harus diremajakan dan penambahan server,” paparnya.

Sarumaha menambahkan, idealnya di setiap kecamatan harus disediakan dua mesin pencetak e-KTP. Sehingga pelayanan dapat maksimal.

Warga Kota Batam mengatre untuk mendapatkan pelayanan adminstrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Sebenarnya mesin cetak itu sudah ada di kecamatan dan di Disduk, cuma kapasitasnya hanya mampu maksimal mencetak 200 e-KTP,” paparnya.

Jika dipaksanakan kata dia, kualitas pencetakan KTP menjadi kurang bagus. Selain itu lanjutnya DPRD Kota Batam akan menganggarkan biaya pegadaan server dan mesin cetak e KTP di APBD tahund epan.

Sehingga kata dia, 6 hingga 7 bulan kedapan akan ada mesin pencetakan e-KTP yang baru dan mampu mencetak 500 e-KTP.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan Batam, Heryanto, mengatakan, selama ini yang terkendala hanyalah mesin.

“Selama ini blanko selalu ada dan langsung dari pusat. Jadi semisal habis tinggal minta saja dan untuk pendistriannya tidak ada masalah,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, mesin E-KTP sudah lama dan kemampuannya tidak maksimal.

“Di tahun 2021 kita akan meminta pusat untuk penambahan mesin,” tuturnya.(nto)