batampos.co.id – Jembatan Raja Kecil atau yang dikenal dengan sebuta jembatan 6 Barelang merupakan penghubung antara Pulau Galang dan Galang Baru.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakanm jembatan tersebut memiliki panjang 180 meter dengan lebar 18 meter, yang masing-masing 45 meter dengan sistem peletakan di atas 2 tumpuan dengan menggunakan double box beton prategang.

“Lantai jembatan terdiri dari dua jalur yang dipisahkan oleh median selebar 1 meter dengan trotoar selebar 2,1 meter pada masing-masing sisinya dan setiap jalur terdiri dari dua lajur kendaraan,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

Ia menjelaskan, ruang bebas antara jembatan dan permukaan air laut adalah kurang lebih 9,5 meter.

Jembatan Raja Kecil atau yang dikenal dengan sebuta jembatan 6 Barelang merupakan penghubung antara Pulau Galang dan Galang Baru. Foto: Istimewa

Kemudian lebar boks 9 meter dan mempunyai ketinggian konstan 2,5 meter.

“Kontraktor pembangunan jembatan ini adalah PT VSL Indonesia dan manajemen konstruksinya dilakukan oleh PT Profes Cipta wahana Teknik,” tuturnya.

Kata dia, lama pengerjaan pembangunan jembatan tersebut adalah 820 hari dan selesai pada tanggal 15 November 1996.

“Tenaga kerja yang terlibat di dalamnya 6-8 orang sarjana (engineer), 14022 tenaga menengah dan 150-170 orang pekerja,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pengembangan Pulau Galang Baru diperuntukkan sebagai kawasan perdagangan dan jasa, suaka alam dan cagar alam.

Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I dikenal dengan panggilan Raja Kecik atau Raja Kecil dari Pagaruyung.

Ia mendirikan kesultanan Siak Sri Inderapura. Raja Kecik inilah yang diabadikan namanya sebagai nama Jembatan 6.(esa/adv)