batampos.co.id – Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam memprakirakan hingga dua minggu ke depan, Kota Batam akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat diminta waspada dengan angin kencang hingga puting beliung.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) Stamet Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, hujan diprakirakan
akan tetap berlangsung hingga akhir bulan.

Hal itu karena adanya penguatan terhadap penguapan yang ada di sekitar bawah garis khatulistiwa.

Sehingga, terjadi pembentukan awan-awan konvektif secara
signifikan yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang
hingga lebat.

”Termasuk Kepri, tepatnya hingga 23 September, matahari berada di atas garis khatulistiwa. Jadi, kemungkinan hingga tanggal itu (23 September, red) atau lebih, masih akan terjadi hujan,” kata Suratman seperti yang dilansir dari Harian Batam
Pos, Minggu (13/9/2020).

BMKG memprediksi Kota Batam akan diguyur hujan hinga dua minggu ke depan. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Menurut dia, hujan yang berlangsung juga bisa disertai angin kencang dan petir. Namun untuk angin, sifatnya tidak terus menerus atau hanya temporer.

”Angin kencang iya, tapi tidak terus-terusan,” terang Suratman.

Tak hanya angin kencang, di wilayah Kepri, khususnya Batam, juga berpotensi terjadi puting beliung, terutatama pada pagi atau siang hari.

Begitu juga di kawasan laut, yang disebut water spot dapat terjadi kapan saja. Hal itu akan terjadi setelah terbentuknya awan comulonimbus (CB), baik di darat maupun di laut.

”Kondisi gelombang di laut saat ini masih normal. Namun, bisa saja terjadi gelombang besar saat adanya pembentukan awan CB,” imbuh Suratman.

Karena itu, Suratman mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada di luar ruangan dan laut.

Jika puting beliung terjadi di darat, hendaklah mencari bangunan yang kokoh.

”Durasinya tidak lama, paling lima menit. Tapi memang kecepatan
anginnya di atas 60 km/jam. Jika terjadi puting beliung, hendaknya berlindung di bangunan yang kokoh,” pungkas Suratman.(jpg)