batampos.co.id – PT Moya Indonesia memastikan saat peralihan dari PT ATB suplai air bersih kepada warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, tidak akan terganggu.

Chief Executive Officer PT. Moya Indonesia, Mohammad Selim, mengatakan, di saat peralihan penanggung jawab pada 15 November 2020 mendatang, pihaknya akan bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan suplai air kepada warga Kota Batam.

“Dalam jangka waktu 2 bulan ini kami akan survei langsung lokasi dan akan mempelajari sesuai dengan pemetaan yang ada di Batam. Jadi tidak perlu khawatir air mati,” katanya, Senin (14/9/2020).

Tim BP Batam melakukan peninjauan area tangkapan air Waduk Sei Harapan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Ia menambahkan, pihaknya memiliki pengalaman yang cukup baik dalam pengelolaan air baku.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan bekerja keras serta akan memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan BP Batam baik segi Sumber Daya Manusia (SDM) serta sistem yang akan dijalankan.

“Insya allah kalau kita bekerja sama dengan BP Batam, saya pikir di tanggal 15 November nanti muda-mudahan tidak terjadi mati air dan kami berkomitmen untuk menjalankan ini,” ujarnya.

PT Moya Indonesia kata dia, juga memiliki pengalaman dalam hal pengelolaan air bersih di Pulau Jawa yang debitnya mencapai 200 ribu meter kubik.

“Nah kalau sampai gagal mengelola air di sini, artinya yang 200 ribu juga ikut gagal, jadi jangan khawatir,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga akan membawa peralatan dan kelengkapan lainnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Batam.(nto)