batampos.co.id – Seorang anak berusia delapan tahun tewas setelah dianiaya orang tuanya. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma mengatakan, Lia Handayani, 26, dan Imam Safi’e, 27, menganiaya anaknya hingga mengakibatkan kematian karena anaknya sulit belajar online.

”Ibu kandungya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya Keysya Safiyah, 8, siswa kelas I SD meninggal dunia,” kata Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma seperti dilansir dari Antara di Lebak.

Dia mengatakan, pelaku merasa kesal melihat anaknya sulit untuk belajar secara online. Pelaku mulai mencubit dan memukul lebih dari lima kali menggunakan gagang sapu hingga korban terjatuh ke lantai. Melihat anak kembarnya itu tak berdaya, pelaku merasa panik dan mengajak suaminya Imam Safi”e untuk pergi ke Kabupaten Lebak, Banten.

Suami-isteri itu menggunakan motor dari Jakarta ke Lebak bersama adik kembarnya dengan membawa jasad anaknya dimasukkan dalam kardus. Setelah tiba di kampung halaman, Rabu (26/8), pelaku ziarah ke neneknya, sekaligus menguburkan anaknya secara diam-diam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak.

”Beruntung, warga mencurigai kuburan itu dan dibongkar. Ternyata jasad anak berikut pakaianya,” kata David menjelaskan.

Menurut David, berdasar hasil pemeriksaan, pelaku itu kerapkali melakukan penganiayaan terhadap Keysya Safiyah. Bahkan, tim penyidik mendapat file di telpon genggam pelaku yang memperlihatkan foto korban dengan luka lebam di bagian mata dan bibir. ”Pelaku kerapkali melakukan penganiayaan jika anaknya kesulitan belajar secara online,” ujar David. (jpg)