batampos.co.id – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengakui tingginya angka kasus positif di tanah air setidaknya hingga 13 September 2020. Tingginya kasus tersebut diakuinya lebih tinggi dari rata-rata dunia.

“Saya menyampaikan ratas tadi pagi bahwa yang pertama dalam rangka mengendalikan pandemi, pemerintah kerja keras meningkatkan angka kesembuhan, dan kasus aktif positif memang per 13 September rata-rata kasus aktif 25,02 persen,” katanya dalam konferensi pers, Senin (14/9). “Atau sedikit lebih tinggi kasus dunia,” tambahnya.

Sedangkan kasus sembuh sebanyak 155.010-an kasus dengan angka kesembuhan 71 persen. Jumlah ini justru lebih rendah dari rata-rata dunia. “Rata-rata sembuh ini sedikit lebih rendah dari rata-rata dunia yaitu 72 persen,” jelasnya.

Angka case fatality rate atau kematian di Indonesia cenderung tinggi dan paling tinggi di Asia Tenggara sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 3 September 2020. Meski memaparkan data yang tidak menggembirakan, Terawan mengklaim pemerintah telah bekerja keras untuk menurunkan angka kematian.

Terawan melanjutkan, walau saat ini masih tergolong tinggi, rata-rata kematian di Indonesia menurun dari 4,49 persen jadi 3,99 persen. Dan itu pun masih lebih rendah dari rata-rata dunia.”Masih sedikit lebih rendah dari dunia yaitu 3,18 persen. Angka kematian kita sebesar 3,99 persen turun dari minggu sebelumnya yaitu 4,2 persen,” katanya.

Terbaru hari ini, Senin (14/9), kasus positif harian bertambah 3.141 orang. Sudah 221.523 orang dinyatakan positif Covid-19 selama kurun waktu 6 bulan. Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 118 jiwa. Kini sudah 8.841 orang di Indonesia meninggal akibat Covid-19. (*/jpg)