batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki solusi jangka panjang untuk menambah pasokan air baku.

BP Batam melirik dua kabupaten di Kepri yang dinilai memiliki potensi cadangan air baku yang lebih besar, yakni Bintan dan Lingga.

”Itu rencana jangka panjang dan jadi fokus kami juga. Sudah harus dipikirkan dari sekarang karena pembangunan di Batam sangat pesat, sehingga kebutuhan air bersih juga akan terus meningkat,” ujar Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Selasa (15/9/2020) seperti dilansir dari Harian Batam Pos.

Meski begitu, sebenarnya sumber air Batam masih cukup. Apalagi upaya terus dilakukan untuk menambah pasokan air lewat teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan interkoneksi beberapa waduk potensial yang telah ada namun belum dikelola airnya.

Tim BP Batam melakukan peninjauan area tangkapan air Waduk Sei Harapan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Hal senada juga diungkapkan Deputi IV BP Batam, Syahril Japarin. Ia mengungkapkan, untuk saat ini, ketersediaan air dari
seluruh waduk di Batam masih cukup untuk lima hingga tujuh tahun ke depan.

”Sebagai contoh, potensi air di Waduk Tembesi mencapai 600
liter per detik. Waduk Rempang 150 liter per detik. Waduk Sei Gong lebih besar lagi. Jadi, cukup aman untuk ke depan. Ditambah lagi air dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” sebutnya.

Ia juga membenarkan, untuk menjaga suplai air tetap kontinyu, BP Batam akan menambahnya dari Bintan dan Lingga.

”Ada kerja samanya. Supaya ada yang mengontrol, akan kami sempurnakan,” ucapnya.(jpg)