batampos.co.id – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker yang direkomendasikan. “Masker yang baik itu, masker bedah (medis),” katanya, Selasa (15/9).

Namun, apabila tidak memiliki masker medis, dapat menggunakan masker kain. Namun, Rusdani menyarankan masyarakat menggunakan masker kain yang minimal memiliki tiga lapisan.

“Boleh masker kain. Tapi ya itu tadi, ada beberapa lapis,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk penggunaan masker N95 digunakan tenaga medis yang kontak dengan pasien-pasien positif Covid-19. “Kalau masyarakat umum, cukup masker bedah atau masker kain tiga lapis,” ucapnya.

Saat ditanyai mengenai buff dan masker scuba yang cukup banyak digunakan masyarakat, Rusdani mengatakan bahwa IDI sangat tidak menyarankan menggunakan masker tersebut. Karena masker itu sangat tipis dan kemungkinan droplet keluar juga cukup tinggi. “Ooo… ini (masker scuba dan buff) sangat tidak dianjurkan,” tegasnya.

Rusdani berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menggunakan masker. Karena dengan menggunakan masker, dapat menghambat laju penyebaran Covid-19. “Kami sejak awal pandemi sudah sosialisasikan betapa pentingnya masker mencegah penularan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, orang yang berbicara pelan bisa mengeluarkan kurang dari 100 droplet. Lalu orang yang berbicara keras mengeluarkan ribuan droplet. Sedangkan orang yang batuk dan bersin mengeluarkan puluhan ribu droplet.

Jika menggunakan masker dengan benar dan yang direkomendasikan medis, tentunya dapat meminimalisir keluarnya droplet. “Masker itu melindungi pemakai dan orang sekitarnya. Pemakai aman dan orang sekitar aman,” pungkasnya. (*/jpg)