batampos.co.id – Sastrawan Ramon Damora dinobatkan sebagai penerima Anugerah Jembia Emas tahun 2020. Ia dinilai menonjol dari aspek ketunakan, karya, prestasi dan pengaruh.

Dilansir dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai budaya Kepulauan Riau, ada 10 nominator yang masuk dalam daftar calon penerima anugerah paling bergengsi di dunia seniman Kepri itu.

Semuanya adalah sastrawan dan budayawan Kepulauan Riau yang dianggap paling aktif berkarya dan karya-karyanya berpengaruh di tengah-tengah masyarakat.

Namun tiga dewan juri yakni Rida K Liamsi, Abdul Malik dan Husnizar Hood menjatuhkan pilihan pada Ramon Damora.

Anugerah akan diserahkan pada acara prosesi Anugerah Jembia Emas 2020, tanggal 24 September 2020 malam.

Ramon Damora. Foto: Facebook Ramon Damora

Momennya pada pembukaan acara Festival Sastera Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2020 di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang dan akan diserahkan Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto.

Ramon Damora di media sosial facebook miliknya mengucapkan rasa terima kasihnya setelah ditetapkan sebagai penerima penerima Anugerah Jembia Emas tahun 2020.

“Alhamdulillah. Segala puji syukur. Dipercaya menerima Anugerah Jembia Emas 2020. Speechless. Dua dekade lebih bekarya, sampai juga di titik ini,” tulisnya.

Ramon juga menuliskan, kebaikan, sekecil apapun, lewat medium manapun, akan berpulang jua sebagai kebaikan kepada diri sendiri.

“Saya hanya ingin terus bekarya. Penghargaan, anugerah, dan sebagainya, pada akhirnya hanya menjadi semacam bonus. Terimakasih Yayasan Jembia, setinggi-tingginya, sedalam-dalamnya. Terimakasih Datok H Rida K Liamsi dan majelis Dewan Juri; Datok Dr H Abdul Malik, M. Pd, Datok H Husnizar Hood, S.Ip,” tulisnya.

Ramon juga menyatakan, penghargaan ini adalah penghargaan untuk semua seniman/sastrawan/budayawan Kepulauan Riau.

“Terimakasih doa dan elu-eluan Tuan-Puan. Tuhan jua yang pantas membalas segala budi bahasa. Sampai bertemu di Malam Gala Puncak Penganugerahaan Anugerah Jembia Emas dan Pembukaan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan di Tanjungpinang 24 September 2020,” kata Ramon.(*)