batampos.co.id – Pandemi Covid-19 semakin mewabah di lingkungan mes pekerja atau dormitori di kawasan industri Mukakuning, Seibeduk. Data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, jumlah pasien Covid-19 dari lingkungan dormitori bertambah sembilan orang.

Sebelumnya, sudah delapan orang yang dievakuasi ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang. Hal ini jadi kekhawatiran penghuni dormitori lainnya. Ribuan penghuni di sana dilanda perasaan waswas.

”Tracking contact belum ke semua blok. Padahal, di sini penghuni dengan mudah keliling dari satu blok ke blok yang lain. Ini yang kita khawatirkan,” ujar Rini, salah satu penghuni dormitori dikutip Harian Batam Pos, Rabu (16/9).

Menurut Wakil Ketua Koorinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, pandemi ini dibawa dari luar kawasan industri. ”Asal-usul virus Covid-19 yang masuk ke lingkungan kawasan industri ini berasal dari luar kawasan. Ketika para pekerja berinteraksi di luar atau mungkin di rumahnya, di sanalah ia tertular dan kemudian membawanya ke dalam kawasan,” katanya, Rabu (16/9).

Menurut Tjaw, seketat apapun protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan-perusahaan di kawasan industri, tetap tidak akan bisa melacak para pekerja yang mengidap Covid-19.

”Apalagi melacak orang tanpa gejala (OTG) yang terkena virus dari interaksi di luar lingkungan, itu sangat susah,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan industri sendiri sejak awal mewabahnya Covid-19, telah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. ”Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 8/2020, kalau tak melakukan protokol kesehatan, maka tidak akan mendapatkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Kalau tidak ada IOMKI, maka perusahaan tidak bisa operasional,” ungkapnya.

Camat Seibeduk, Gufron, mengatakan, tim gabungan terus melakukan upaya pencegahan penyebaran dengan memaksimalkan pengecekan kontak terhadap siapa saja yang pernah berhubungan dengan penghuni dormitori yang terkonfirmasi positif. (*/jpg)