batampos.co.id – Bayi perempuan yang dibuang orangtuanya di semak-semak di Kampung Kelembak RT 004/RW 001, Sambau, Nongsa, dititipkan ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam. Saat ini, kebutuhan dan perawatan bayi tersebut ditanggung pihak Dinsos-PM.

Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Batam, Nina Inggit Garnasih, mengatakan penitipan tersebut hanya bersifat sementara. ”Penitipan ini sesuai prosedurnya. Karena beberapa bulan sebelum orangtua ditemukan atau kasus dbekukan, maka harus dititipkan ke Dinsos,” kata Inggit, dilansir dari Harian Batam Pos, Jumat (18/9).

Inggit menjelaskan, saat ini banyak warga Batam yang ingin mengadopsi. Namun, pengadopsian harus melalui ketentuan dan persyaratan. ”Karena itu kita titipkan dulu. Jangan sampai setelah diadopsi nanti ada yang mengaku keluarganya. Jadi bisa ribet,” ungkapnya.

Inggit menjelaskan, pihaknya juga turut membantu pihak kepolisian untuk mengungkap identitas orangtua bayi tersebut. Pencarian dilakukan dengan menelusuri bidan-bidan yang ada di kelurahan setempat. ”Melihat kejadiannya, bayi tersebut baru dibuang selama dua jam. Dugaan memang warga sekitar sana (Nongsa) yang membuang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Batam, Citra, mengatakan selama penitipan, bayi tersebut dirawat oleh yayasan. ”Karena kita tidak ada panti, maka dirawat oleh yayasan sampai orangtuanya ketemu atau sebelum diadopsi,” kata Citra.

Citra berharap, kasus ini dapat diungkap pihak kepolisian. Sehingga bayi tersebut bisa dirawat keluarga orangtuanya. ”Meskipun banyak yang ingin adopsi, kita harapkan tetap ditemukan orangtuanya,” tutupnya.(*/jpg)