Sabtu, 18 April 2026

PLN Batam Minta Pemprov Beri Subsidi

Berita Terkait

batampos.co.id – bright PLN Batam mengajukan surat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang isinya meminta subsidi sebesar Rp 6,4 miliar per bulan, jika ingin PLN Batam memberikan insentif ke pelanggan di Batam, seperti yang didapatkan pelanggan PLN
Persero.

Salah satunya, meniadakan abonemen untuk pelanggan sosial, bisnis, industri, dan pelanggan tertentu, sebagai stimulus di tengah pandemi Covid-19.

”Kami masih menunggu tindak lanjut berikutnya. Karena subsidi saat ini memang tergantung dari pemerintah. Kalau Pak Gubernur menginstruksikan untuk menyalurkan subsidi, maka kami siap,” kata Corporate Secretary PLN Batam, Kishartanto Purnomo
Putro, Kamis (17/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

PLN sudah mengajukan permohonan tersebut lewat surat bernomor 00969/AGA.01.01/CORSEC/2020 per tanggal 31 Agustus 2020.

Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pro-
vinsi Kepri. Ia menyatakan, di luar Batam, pemerintah pusat menyalurkan subsidi kepada PLN Persero, sehingga biaya abodemen bisa ditiadakan.

Sementara di Batam, PLN Batam yang notabene bukan PLN Persero, maka tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat.

Namun, stimulus itu tetap bisa diberikan ke pelanggan di Batam, jika Pemprov Kepri mau menanggung subsidinya.

Tanto juga mengungkapkan, stimulus ini sebagai bentuk pemerataan keadilan bagi
masyarakat Batam.

Pegawai PLN batam saat memberikan penjelasan kepada salah seorang pelanggan. Foto; PLN Batam untuk batampos.co.id

”Jangan terjadi ketidakmerataan dan ketidakadilan. Jangan sampai ada opini seperti itu. Makanya kami upayakan juga supaya berlaku di Batam,” paparnya.

Dalam surat tersebut, konsep pemberian stimulus yakni pembebasan biaya beban kepada pelanggan dengan pemakaian lebih kecil dari 40 jam nyala untuk golongan tertentu.

Adapun golongan pelanggan yang masuk dalam kriteria stimulus ini, yakni pelanggan
sosial dengan daya 1.300 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 1.300 VA ke atas,
pelanggan industri dengan daya 1.300 VA ke atas.

Serta pembebasan abonemen untuk pelanggan sosial dengan daya 450 VA hingga 900 VA, dan pelanggan bisnis dengan daya 450 VA hingga 900 VA.

Besaran stimulus tersebut berdasarkan data rekening pada Juli lalu. Adapun jumlah pelanggan yang dapat stimulus ini sebanyak 16.500 pelanggan.

Dengan total biaya beban mencapai Rp 6.445.453.116. Terdiri dari konsep pembiayaan biaya beban pelanggan dengan pemakaian kurang dari 40 jam per bulan dan konsep pembiayaan biaya beban untuk pelanggan sosial dan bisnis dengan daya 450 VA hingga 900 VA.

Untuk pembebasan abonemen bagi pelanggan dengan nyala kurang dari 40 jam terdiri dari golongan B1 sebanyak 3.597 dengan biaya beban Rp 297.244.172. Golongan B2 sebanyak 11.836 dengan biaya beban Rp 3.985.234.268.

Golongan B3 sebanyak 40 dengan biaya beban Rp 779.486.987. Golongan I1 sebanyak 12
dengan biaya beban Rp 3.971.080. Golongan I2 sebanyak 46 dengan biaya beban Rp 146.319.342.

Golongan I3 sebanyak 38 dengan biaya bebasn Rp 812.285.226. Golongan S2 sebanyak 838 dengan biaya beban Rp 250.263.972. Golongan S2K sebanyak 91 dengan biaya beban Rp 29.515.766, dan golongan S3 sebanyak 2 dengan biaya beban Rp 38.254.500.

Sedangkan pembebasan abonemen untuk pelanggan sosia dan bisnis dengan daya 450 VA hingga 900 VA mencapai Rp 2.877.803. Totalnya Rp 6,4 miliar atau detailnya
Rp 6.445.453.116.(jpg)

Update