Pengoperasian RS Pulau Galang dijamin akan berjalan seperti biasa meski bangunan rusak tengah diperbaiki. Persentase kesembuhan penderita Covid-19 di sini tinggi dan sempat diwacanakan menampung pasien dari Surabaya.

EMPAT ruang perawatan rusak. Yang terparah ruang karantina 240. Untuk sementara waktu tidak dapat digunakan karena mengalami kebocoran.

“Di ruangan itu ada pasien-pasien yang sedang dirawat,” ujar Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang Kolonel (CHK) dr Khairul Ikhsan Nasution kepada Batam Pos.

Rabu lalu (16/9) RS yang dibangun dengan biaya Rp 400 itu memang morat-marit dihajar puting beliung. Posisi bangunan yang berhadapan dengan alam terbuka membuat angin langsung menerjang atap.

Para pasien pun harus dipindahkan ke ruangan lain. Beruntung tidak ada kerusakan alat medis.

’’Ruang inap saja yang kena. Sempat bocor dan langsung diperbaiki. Sekarang sudah diatasi,’’ tuturnya.

Batam yang berhadapan dengan Singapura memang berpotensi diterjang angin kencang hingga puting beliung hari-hari ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasidatin) BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Suratman mengatakan, kondisi hujan disertai petir dan angin kencang masih akan berlangsung hingga pekan depan.

Petugas mengecek salah satu ruangan di RSKI Pulau Galang yang mengalami efek terjangan puting beliung. (Kolonel dr Khairul Ikhsan Nasution untuk Batam Pos)

Itu disebabkan matahari mendekati garis khatulistiwa sehingga penguapan yang mengakibatkan pertumbuhan awan cepat terjadi. ’’Dari satelit, terpantau hingga 23 September ini kondisi matahari masih berada di atas khatulistiwa. Artinya, masih berpotensi terjadi hujan deras dan angin kencang,’’ ujar Suratman.

Menurut dia, kecepatan angin bisa mencapai 60 kilometer (km) per jam, bahkan lebih. Kondisi tersebut bisa terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja.

Namun, angin puting beliung dominan terjadi pada pagi dan siang hari. Sebab, penguapan yang tinggi menumbuhkan awan kumulonimbus (CB).

’’Bisa terjadi kapan saja. Namun, puting beliung bisanya muncul tiba-tiba setelah pembentukan awan CB. Berbeda dengan angin kencang,’’ terang Suratman.

Catatan Jawa Pos, pada tahap pertama RSKI Pulau Galang mampu menampung 460 pasien. Kapasitas itu terus ditingkatkan sampai 1.000 pasien.

Total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk membangun RSKI di pulau eks lokasi pengungsian ’’manusia perahu’’ Vietnam itu mencapai Rp 400 miliar. RSKI Pulau Galang juga sempat diwacanakan dipakai untuk merawat pasien Covid-19 dari Surabaya, Jawa Timur.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan tidak menyangkal insiden tersebut. ’’Karena daerahnya kan terbuka, terus angin kencang, sehingga atapnya bermasalah,’ terang dia kepada Jawa Pos kemarin (17/9).

Berdasar laporan yang diterima Ariawan, angin kencang hanya merusak bagian atap. Sementara bagian lain bangunan aman.

Dia memastikan kondisi itu tidak mengganggu pelayanan terhadap ratusan pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit tersebut.

Berdasar data terakhir yang dia terima, ada 276 pasien yang dirawat di sana. Sebagian besar sudah dinyatakan positif terpapar virus korona.

Data itu juga mencatat jumlah pasien RSKI Pulau Galang sejak 12 April sampai kemarin pagi sebanyak 2.722 orang. Menurut dia, persentase pasien sembuh setelah dirawat di rumah sakit tersebut cukup tinggi. ’’Semua yang dirawat di sana itu pulih sehat,’’ kata dia.

Dari total pasien yang datang ke rumah sakit tersebut, hanya tujuh orang yang harus dirujuk. Sisanya bisa ditangani sampai pulih tanpa satu pun yang meninggal.

Karena itu, lanjut Ariawan, pihaknya menjadikan RSKI Pulau Galang sebagai rumah sakit rujukan utama pasien Covid-19 di Batam dan sekitarnya.

Selain persentase pasien sembuh tinggi, dia menyebutkan bahwa fasilitas rumah sakit tersebut lengkap. ’’Termasuk juga tenaga medisnya,’’ tambah dia.

Berkaitan dengan kerusakan akibat angin kencang, Ariawan menyatakan bahwa perbaikan masih menjadi tanggung jawab vendor yang membangun rumah sakit tersebut. ’’Segera diperbaiki,’’ tegasnya.

Untuk itu, pasien maupun keluarga pasien tidak perlu khawatir. Sebab, seluruh pasien aman. Tidak ada yang menjadi korban. Kogabwilhan I memastikan bahwa pengoperasian RSKI Pulau Galang berjalan seperti biasa.

Khairul membenarkan tidak ada korban dari kejadian akibat terjangan puting beliung tersebut. Dia juga sudah menginventarisasi segala kerusakan.

Lalu, laporan kerusakan dan foto-foto kondisi ruangan dikirimkan ke vendor yang membangun rumah sakit tersebut.

’’Karena masih dalam tenggang enam bulan pemeliharaan dari vendornya. Jadi, vendor yang melakukan perbaikan,’’ ungkapnya.(*/c19/ttg/jpg)