batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, menghadiri rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri, Jumat (18/9/2020) yang membahas Penegakan Hukum Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Jefridin mengatakan, Pilkada di Batam wajib menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi ini.

Ia menegaskan, pesta demokrasi ini jangan sampai menjadi media penularan Covid-19.

“Terus kita sosialisasikan ini, agar Pilkada Batam berjalan baik dan terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Jefridin mengungkapkan, dalam rapat yang dipimpin Menkopolhukam itu, perlu ada penegakan hukum agar pelaksanaan Pilkada di semua daerah tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Di tingkat Kota Batam, kata Jefridin, Pemko Batam sudah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwako) 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Batam.

Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid, (kiri) menghadiri rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri, Jumat (18/9/2020) yang membahas Penegakan Hukum Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Foto; Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Sejauh ini kita sudah sampaikan, dan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan mulai meningkat,” ujarnya.

Terkait persiapan Pilkada di tengah pandemi ini, Pemko Batam pun sudah menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) bersama Forum Koordinas Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam H. Muhammad Rudi demi menjamin Pilkada Batam kondusif dan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi.

“Rakorda yang sudah dilaksanakan merupakan instruksi dari Kemendagri, dan Batam disebut sudah siap menjelang tahapan-tahapan Pilkada di tengah pandemi ini,” kata dia.

Kemudian, hal lain yang juga dibahas dalam rapat ini, kontestan Pilkada perlu memaksimalkan teknologi dalam mengumpulkan massa hingga kegiatan-kegiatan lain dalam tahapan Pilkada nantinya.

Hal itu sebagai upaya mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Di tengah pandemi ini, keberadaan teknologi yang perlu dimanfaatkan sejumlah pertemuan dengan massa yang banyak bisa melalui virtual,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam tersebut.

Sementara itu, Menteri Tito menyatakan, Pilkada tahun ini rawan terjadi kerumunan massa.

Karena itu, ia meminta semua pihak hingga ke tingkat daerah terus menjalin koordinasi agar pelaksanaan Pilkada nantinya bisa terkendali.

“Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan KPU atau Bawaslu sendiri, semua harus bergerak. Ada 309 daerah yang akan melaksanakan Pilkada tahun ini dengan total 734 bakal calon,” ujarnya.(*/esa)